Ungkap Perkosaan, Kenapa Rizky Amelia Minta Identitasnya Dibuka?

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Korban kekerasan seksual RA mengusap air mata (kanan) bersama Ade Armando dalam keterangan pers menceritakan kronologi kekerasan seksual yang dialaminya ketika bekerja di Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Jumat 28 Desember 2018. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Korban kekerasan seksual RA mengusap air mata (kanan) bersama Ade Armando dalam keterangan pers menceritakan kronologi kekerasan seksual yang dialaminya ketika bekerja di Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Jumat 28 Desember 2018. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Rizky Amelia telah melaporkan bekas atasannya di BPJS Ketenagakerjaan atas dugaan pemerkosaan. Ia ingin pria itu mendapat ganjaran sesuai dengan hukum yang berlaku. Untuk itu Amel –pangilan akbrab Rizky— rela identitasnya diketahui oleh publik. "Foto juga tidak perlu di-blur," kata Amel lewat pesan singkat, Kamis, 3 Januari 2018.

    Baca: Alasan Rizky Amelia Stop Duit Tambahan dari Bos BPJS TK

    Berikut empat alasan yang membuat Amel ingin namanya ditulis dalam pemberitaan.

    1. Melawan stigma
    Selama ini masyarakat sering memberikan stigma buruk kepada perempuan yang menjadi korban kejahatan seksual. Dengan adanya stigma itu perempuan cenderung dipersalahkan sehingga tidak berani mengungkapkan kejahatan itu. "Jangan malu, jangan merasa rendah diri, dan jangan merasa dikucilkan," kata Amel.

    2. Ingin memotivasi perempuan lain yang menjadi korban
    Amel menandai, selama ini korban kekerasan seksual sering menutupi kasusnya lantaran malu. Banyak di antaranya menganggap kekerasan seksual adalah aib. Amel berharap, perlawanan yang dia lakukan saat ini dapat menginspirasi korban-korban lain agar berani bersuara.  

    Amel mengimbuhkan, dengan bersuara, para perempuan senasib itu tidak bakal dikucilkan oleh masyarakat. “Jadi kalau menjadi korban, jangan bungkam. Kita justru harus berani mengungkapkannya,” ujar dia.

    3. Terinspirasi tokoh
    Bagi Amel, langkahnya mengungkapkan dugaan kekerasan seksual tak bisa dilepaskan dari seorang politikus perempuan dari PDI Perjuangan, yaitu Rieke Dyah Pitaloka. Amel ingat betul pernyataan Rieke untuk kaum perempuan. "Hidup hanya sekali, rugi hidup tak punya nyali," mengutip ucapan Rieke.

    Meski tak kenal secara langsung dengan Rieke, Amel merasa tergugah dengan ungkapan itu. Karenanya ia tak mau tanggung-tanggung untuk mengungkap dugaan pemerkosaan ini.

    4. Lelah menjadi korban
    Amel mengatakan, keberaniannya ini tidak muncul secara tiba-tiba. Ia sempat putus asa karena terus menerus menjadi korban kekerasan seksual. Bahkan dia sempat berniat mengakhiri hidup. Belakangan ia sadar, bunuh diri justru membuat pelaku semakin merajalela.

    Baca: Kasus Pemerkosaan oleh Eks Pejabat BPJS Diadukan ke Sri Mulyani 

    "Saya menjadi berani karena saya lelah," kata Rizky Amelia. Selama dua tahun dia menutupi pemerkosaan itu. Dia sudah merasa lelah dan ingin mengakhiri penderitaannya lewat jalur hukum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.