Flyover Cengkareng Masih Ditutup, Ini Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Flyover Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Kamis pagi, 27 Desember 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Flyover Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Kamis pagi, 27 Desember 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Flyover Cengkareng hingga hari ini, Senin, 7 Januari 2018, masih ditutup untuk umum. Flyover itu seharusnya mulai bisa digunakan pada hari ini setelah mengalami perbaikan karena ada penggantian pot bearing dan expansion joint. 

    Baca: Ini Kata Pejabat PUPR Membantah Flyover Cengkareng Sudah Bergeser

    Akibat penutupan jembatan layang itu, ruas Jalan Nasional Lingkar Barat Jakarta Barat belum dapat dilewati kendaraan dari arah Kembangan menuju Kamal-Cengkareng. Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengumumkan jalan tersebut akan dibuka pada Senin.

    Hingga hari ini, tumpukan besi penyangga masih terpasang di titik landasan yang sedang diperbaiki akibat mengalami retakan. Kondisi landasan tersebut masih terlihat berongga sekitar 20 centimeter.

    Sejumlah kendaraan yang akan melewati jembatan layang tersebut dialihkan di jalan bawah dari Kembangan menuju Kapuk Kamal, baik kendaraan yang menuju arah Cengkareng dan Pluit atau yang memasuki pintu tol Rawa Buaya.

    Pelaksana Tugas Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat Leo Amstrong menyatakan PUPR akan melakukan sejumlah uji untuk memastikan flyover Rawa Buaya Cengkareng siap digunakan.

    "Mereka akan melakukan pengujian dynamic loading test untuk memastikan kesiapan perbaikan flyover yang telah dilakukan sebelum pengoperasian," ujar Leo.

    Pengujian itu direncanakan pada hari ini. "Harapannya hari ini flyover tersebut sudah dapat dilewati," katanya.

    Pada 3 Januari 2019, Kementerian PUPR menyatakan bahwa perbaikan yang dilakukan sejak 27 Desember 2018 semula ditargetkan rampung pada hari Kamis itu. Akan tetapi, inspeksi lebih detail menunjukkan perbaikan flyover itu perlu tambahan waktu.

    Penundaan itu dilakukan untuk memeriksa struktur jembatan lebih saksama sehingga konstruksinya memenuhi kriteria keamanan dan keselamatan pengguna.

    Perbaikan flyover Kemayoran mencakup penggantian perletakkan atau landasan (pot bearing), sambungan siar muai (expansion joint) pada pilar 4 dan pilar 11 dari keseluruhan 14 pilar di jalan layang tersebut.

    Jembatan layang yang diperbaiki melayani lalu lintas satu arah dengan 2 lajur, yakni dari Kembangan menuju Kamal-Cengkareng.

    Baca: Wali Kota Jakarta Barat: Retak, Flyover Rawa Buaya Ditutup

    Flyover Cengkareng setiap hari dilalui kendaraan kecil dan truk-truk kontainer dari dan menuju kawasan industri serta pergudangan di kawasan Kamal-Cengkareng dan sekitarnya. Dua lajur Jembatan Layang Cengkareng A dari arah Kamal menuju Kembangan tetap dapat dilintasi secara normal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.