Pembunuhan di Green Pramuka, Korban dan Tersangka Bukan Penghuni

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Apartemen Green Pramuka City Tower Chrysant di Jakarta Pusat, 6 Januari 2019. Seorang penghuni wanita ditemukan tewas di lantai 16 tower Chrysant. Tempo/Imam Hamdi

    Apartemen Green Pramuka City Tower Chrysant di Jakarta Pusat, 6 Januari 2019. Seorang penghuni wanita ditemukan tewas di lantai 16 tower Chrysant. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka dan korban pembunuhan di Apartemen Green Pramuka City dipastikan bukan penghuni tetap di apartemen itu. Kepastian ini diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan pengelola.

    Baca: Latar Belakang Asmara dalam Pembunuhan di Apartemen Green Pramuka

    "Setelah kami cek, ternyata tidak ada penghuni tetap yang bernama Nurhayati dan Haris Prasnastyadi," kata Head of Communication Apartemen Green Pramuka City Lusida Sinaga, Senin, 7 Januari 2019.

    Nurhayati ditemukan terkapar bersimbah darah di lantai 16 tower Chrysant pada 5 Januari lalu. Saksi menyebut perempuan 36 tahun itu tinggal di salah satu unit lantai 16 itu. Belakangan polisi menangkap Haris yang diduga menjadi pelaku penyerangan terhadap Nurhayati. Saksi juga menyebut Haris tinggal di tower yang sama di lantai 27. 

    Menurut Lusida, Nurhayati menyewa satu unit hunian di apartemen melalui jasa agen. Masa sewa mulai Januari 2018 hingga Desember 2018. "Kata agennya akan diperpanjang Januari ini," ujar Lusida.

    Begitu pun dengan Haris Prasnastyadi. Pemuda 24 tahun itu bukan penghuni tetap di sana.  Lusida mengatakan, Haris pernah bekerja sebagai satpam apartemen pada 25 September 2017 hingga 28 April 2018. Haris tiba-tiba menghilang tanpa keterangan.

    Pada 10 Mei 2018, Haris datang menemui manajemen untuk mengajukan pengunduran diri karena mendapat pekerjaan baru. Padahal, kata Lusida, tanpa mengundurkan diri pun Haris sebenarnya sudah tidak tercatat lagi sebagai karyawan. "Karena kalau lima hari tidak masuk tanpa keterangan, dia otomatis dinyatakan keluar," katanya.

    Lusida mengatakan, tengah mendata penghuni yang tinggal di lantai 27. Sebab polisi menyebut Haris menumpang tiggal di unit apartemen milik saudaranya. "Kami baru akan bertemu dengan beberapa penghuni di lantai 27," kata dia.

    Lusida menambahkan, pendataan para penghuni ini membutuhkan waktu karena tidak semua yang tinggal di apartemen tercatat sebagai penghuni. Tidak jarang mereka yang menempati unit adalah para penyewa. "Kalau pemilik menyewakan unit menggunakan agen dari luar, kami sudah tentu tidak memegang data,” ujar Lusida.

    Baca: Pembunuhan di Apartemen Green Pramuka, Nurhayati Sempat Berteriak

    Disinggung ihwal motif pembunuhan yang berlatar belakang asmara, Lusida menyatakan tidak mengetahuinya. Apalagi Nurhayati dan Haris memang tidak terlalu dikenal di lingkungan apartemen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.