Lolos Seleksi, 456 CPNS Kabupaten Bogor Harus Tes Urine

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tes urine. ANTARA/Oky Lukmansyah

    Ilustrasi tes urine. ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Bogor - Sebanyak 456 Calon Pegawai Negeri Sipil 2018 (CPNS 2018) yang telah lolos seleksi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor menjalani tes urine secara mendadak.

    Baca: Pemerintah DKI Jakarta Ajukan 7.000 Lowongan CPNS

    Tes urine yang dilakukan oleh BNNK Bogor bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor ini dilakukan secara tiba-tiba disela kegiatan pembekalan terhadap para CPNS.

    “Ini untuk memastikan para ASN yang akan bekerja di lingkungan Kabupaten Bogor ini sehat dan bebas dari narkoba,” kata Kepala Bidang Formasi Pegawai Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Bogor, Erwan Suherwan kepada Tempo, Rabu 9 Januari 2019.

    Erwan mengatakan, nantinya hasil tes urine ini menjadi salah satu pertimbangan dalam proses pengangkatan CPNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.

    “Hasilnya akan dilampirkan dalam berkas masing-masing untuk dilaporkan ke BKN saat mengurus NIP,” kata Erwan.

    Erwan mengatakan, jika ada CPNS yang positif menggunakan narkotika pihaknya akan membahas bersama Panitia Pelaksana Seleksi Nasional Pengadaan CPNS 2018.

    “Mudah mudahan tidak ada (yang positif) karena kita sangat kekurangan pegawai, tapi kalaupun ada akan kita bahas lagi, akan kita bahas juga dengan pusat panselnas guna tindaklanjutnya,” kata Erwan.

    Baca: Ada 7000 Lowongan CPNS DKI, Ini Profesi yang Banyak Dibutuhkan

    Total CPNS 2018 Kabupaten Bogor yang lolos seleksi sebanyak 582 orang termasuk CPNS 2018 formasi umum 456 dan Kategori 2 (K2) 126 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.