Bom Molotov di Rumah Laode KPK, Ketua RT: Jalan Masuk Hanya Satu

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kediaman Wakil Ketua KPK Laode Muhamad Syarif setelah diserang dengan bom molotov di Jalan Kalibata Selatan, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Suasana kediaman Wakil Ketua KPK Laode Muhamad Syarif setelah diserang dengan bom molotov di Jalan Kalibata Selatan, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Insiden teror bom molotov menimpa rumah Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, hari ini, Rabu, 9 Januari 2019.

    Seorang saksi mata, Anita, 39 tahun, mendengar pecahan kaca disertai letupan pada tengah malam sebelum bom ditemukan pagi tadi. "Suaranya 'buuuk'," kata dia saat ditemui Tempo di Jalan Kalibata Selatan, Jakarta Selatan, Rabu siang.

    Baca: Diduga Ada Bom Molotov di Rumah Wakil Ketua KPK Laode

    Tak berselang lama, Anita lantas mendengar bunyi motor yang dipacu kencang. Suara motor itu, menurut dia, berasal dari arah rumah Laode, yang jaraknya sekitar 200 meter dari rumahnya.

    Ketua RT 01 RW 03 Kalibata, Makmun Ashari mengatakan belum menerima aduan warga seputar orang mencurigakan yang menyambangi wilayahnya pada Selasa malam. Ia juga menegaskan, suasana pada Selasa malam menjelang Rabu dini hari relatif sepi.

    Ashari mengatakan hampir seluruh portal jalan masuk menuju RT dan RW lokasi rumah Laode tinggal ditutup sejak pukul 00.00 WIB setiap malam. Adapun jalan masuk menuju rumah Wakil Ketua KPK itu setidaknya ada tiga. Tiga jalan itu adalah Jalan Kalibata Selatan, jalan dari arah Warung Jati, dan jalan dari arah Kompleks Benteng.

    Baca: Rumah Ketua KPK Diteror Bom, Begini Kata Tetangga

    "Jalan dari arah Warung Jati sudah ditutup. Dari kompleks Benteng juga kalau malam," kata Ashari. Satu-satunya jalan masuk ke rumah Laode bila malam hari, menurut dia, hanya melalui Jalan Kalibata Selatan.

    Sementara itu, di tepi jalan masuk Kalibata Selatan, terdapat sebuah pos RT. Pos tersebut milik RT 01 RW 04 Kelurahan Kalibata Selatan. Ketua RT 01 RW 04 Jatmiko mengatakan petugas keamanannya belum melaporkan adanya orang mencurigakan yang melintas pos keamanan.

    "Belum ada informasi yang masuk ke saya," kata Jatmiko. Ia mengatakan dari rekaman kamera pengintai atau CCTV milik warga pun belum terlihat ada orang mencurigakan yang melintas.

    Benda yang diduga bom molotov ditemukan di depan rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif pada Rabu pagi. Benda tersebut ditemukan oleh sopir Laode. Setelah ada penemuan benda tersebut, polisi langsung datang ke lokasi.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ivermectin: Obat Cacing yang Digadang-gadang Ampuh dalam Terapi Pasien Covid-19

    Menteri BUMN Erick Thohir menilai Ivermectin dapat menjadi obat terapi pasien Covid-19. Kepala BPOM Penny K. Lukito menyebutkan belum ada penelitian.