Gundukan Limbah B3 di Marunda Mengeluarkan Bau Minyak Menyengat

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penduduk berjalan melewati gundukan pasir yang mengandung limbah di sekitar Rumah Susun Marunda, Jakarta, Selasa, 8 Januari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Penduduk berjalan melewati gundukan pasir yang mengandung limbah di sekitar Rumah Susun Marunda, Jakarta, Selasa, 8 Januari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah warga mengeluhkan bau menyengat dari gundukan material yang diduga limbah Bahan Berbahaya dan Beracun atau limbah B3 di sekitar Rumah Susun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.

    Warga Rusun Marunda, Heri Iskandar, mengatakan bau limbah tersebut membuat sesak pernapasan. Bahkan, limbah juga membuat tanaman yang dipeliharanya di depan SDN Marunda 02, mengering dan mati.

    Baca: Limbah B3 di Marunda, Warga Sebut Bekas Ampas Minyak Sawit

    "Limbahnya mengandung minyak," kata Heri yang juga sebagai Ketua Kelompok Pembuat Pupuk Organik di kawasan Rusun Marunda, Selasa, 8 Januari 2019.

    Ia menuturkan limbah tersebut telah sebulan teronggok di dekat lokasi pembuatan pupuk komposnya yang berhadapan dengan SDN Marunda 02. Biasanya, kata dia, limbah tersebut langsung diangkut tanpa menunggu berhari-hari.

    Menurut Heri, gundukan diduga limbah tersebut seperti tepung halus dan dipesan warga untuk mengurug lahan. Warga, kata dia, biasa membeli limbah tersebut Rp 200 ribu satu truk. "Sebenarnya limbah tersebut sudah beberapa tahun memang banyak dipesan warga," ujarnya.

    Baca: Material Diduga Limbah B3 Ditemukan di 7 Titik Kawasan Marunda

    Seingat Heri, biasanya gundukan pasir itu setelah diturunkan dari truk akan langsung diambil lagi. "Tidak menunggu berhari-hari seperti sekarang," ujarnya.

    Menurut Heri, semestinya pemerintah langsung mengangkut limbah tersebut. Sebab, bau menyengat limbah berbahaya itu bisa mempengaruhi kesehatan. Apalagi limbah tersebut tepat berada di depan sekolah yang setiap hari dilalui anak-anak.

    Warga RT 01 RW 07 Kelurahan Marunda, Karta, mengatakan banyak warga yang mengeluh karena baunya yang menyengat. "Sangat bau jika melewati gundukan itu," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.