Cerita Rizky Amelia saat Sempat Dua Kali Ingin Bunuh Diri

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Korban Kekerasan Seksual, Rizky Amelia memberikan keterangan dalam diskusi publik tentang Melawan Predators Seks : Berkaca pada Dugaan kekerasan seks di Dewan Pengawas BPJS ketenagakerjaan di kantor PSI Jakarta, Selasa, 8 Januari 2019. PSI turut bereaksi terhadap kasus pelecehan seksual yang mendera mantan sekretaris anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan nonaktif, Rizky Amelia. TEMPO/Amston Probel

    Korban Kekerasan Seksual, Rizky Amelia memberikan keterangan dalam diskusi publik tentang Melawan Predators Seks : Berkaca pada Dugaan kekerasan seks di Dewan Pengawas BPJS ketenagakerjaan di kantor PSI Jakarta, Selasa, 8 Januari 2019. PSI turut bereaksi terhadap kasus pelecehan seksual yang mendera mantan sekretaris anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan nonaktif, Rizky Amelia. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebelum mengumbar kasus yang menderanya ke publik, korban dugaan kekerasan seksual, Rizky Amelia alias Amel sempat terpuruk. Mantan sekretaris anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan itu dalam kurun sebulan sempat mengaku ingin dua kali bunuh diri.

    "Ini berat sekali buat saya," kata Amel saat konferensi pers di kantor Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Januari 2019. Ia menyampaikannya sambil terisak.

    Baca: Rizky Amelia Gagal Temui Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan

    Amel mengingat percobaan bunuh diri pertamanya dilakukan di awal November lalu. Pada 2 November, setelah bertubi-tubi mengaku dipaksa mantan atasannya Syafri Adnan Baharuddin untuk berhubungan intim, ia mengaku stres. Ia lantas menenggak obat demam dua botol sekaligus hingga menyebabkan tubuhnya lemas.

    Seorang teman Amel, yang tak ia sebutkan namanya, mendapati dirinya tergeletak di kamar apartemennya di bilangan Pluit, Jakarta Utara. Amelia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Atmajaya Pluit kala itu. "Perut saya langsung dikuras dan saya selamat," kata dia.

    Selain dugaan pemaksaan hubungan intim, percobaan bunuh diri itu dilatari oleh kekerasan seksual yang diakui pernah menderanya empat kali. Oleh orang yang sama, Amel mengaku sudah empat kali dilecehkan secara fisik pada kurun 2016 hingga 2018.

    Baca: Wawancara Rizky Amelia: Saya Ingin Bantu Korban Berani Bicara

    Pengakuan itu, menurut Amel, lantas dibuka ke internal tempatnya bekerja pada akhir November lalu. Ia mengaku sudah jengah dan lelah menutup-nutupi. Namun ia mengaku, upayanya membongkar kasus pelecehan seksual malah berujung skors kerja hingga rencana pemecatan.

    Amel mengatakan ia diskors pada 30 November 2018 setelah menceritakan kasusnya ke Ketua Dewan Pengawas BPJS TKA Guntur Witjaksono. Setelah menerima surat skors, Amelia kembali berencana bunuh diri. Dia mengaku ingin terjun dari kamarnya lantai belasan di apartemen tempatnya tinggal. Namun urung. Ia disadarkan oleh imbauan seorang dosen pascasarjananya, Ade Armando tentang perempuan yang harus bertahan dalam perundungan.

    Ketimbang terus-terusan merasa sedih, kata Amel, ia mengaku ingin bangkit. Perempuan 27 tahun itu lantas menyuarakan dugaan pelecehan seksual yang menderanya pada 28 Desember lalu kepada media. Dari situlah Amelia mengaku dipertemukan dengan orang-orang yang mendukungnya secara mental.

    Beberapa yang mendukung itu ialah seorang penyintas, Imelda Purba. Ada pula Heribertus S Hartojo, yang belakangan menyatakan sanggup menjadi kuasa hukumnya. Saat ini, ia berhadapan dengan Syafri di ranah hukum. Sebelumnya ia melaporkan Syafri atas tuduhan kekerasan seksual.

    Syafri telah melaporkan Rizky Amelia ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik. Ia membantah segala tuduhan Amel soal perbuatan kekerasan seksual itu. Selain melaporkan Amel, mantan pejabat BPJS Ketenagakerjaan itu melaporkan Ade Armando.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tata Tertib Penonton Debat Capres 2019, KPU Siapkan Kipas

    Begini beberapa rincian yang perlu diperhatikan selama debat Capres berlangsung pada Kamis, 17 Januari 2019. Penonton akan disediakan kipas oleh KPU.