Ada Pengerjaan MRT, Rekayasa Lalu Lintas di Sudirman Diberlakukan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proyek pengerjaan stasiun bawah tanah Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan Patung Pemuda Membangun, Bundaran Senayan, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, 26 Februari 2015. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    Proyek pengerjaan stasiun bawah tanah Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan Patung Pemuda Membangun, Bundaran Senayan, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, 26 Februari 2015. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan dalam rangka pembongkaran traffic decking di pintu masuk bagian Timur Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Bendungan Hilir, Jakarta Selatan.

    Baca juga: Hingga 31 Desember 2018 MRT Jakarta Sudah 98 Persen, Sisanya?

    Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta Muhamad Kamaludin menjelaskan kegiatan tersebut membutuhkan area kerja sehingga perlu ada rekayasa lalu lintas.

    "Rekayasa lalu lintas pada tanggal 10-16 Januari 2019," kata Kamaludin dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 9 Januari 2019.

    Dalam rekayasa tersebut, jumlah lajur di sepanjang 100 meter Jalan Jenderal Sudirman arah ke Blok M akan dikurangi menjadi tiga lajur. Kamaludin menjelaskan, 3 lajur itu terdiri dari 2 lajur reguler dan 1 lajur campuran antara TransJakarta dan reguler.

    Selanjutnya, akses dari Jalan Prof. DR. Satrio ke Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di samping gedung Sampoerna Strategic, akan ditutup.

    Masyarakat yang melintas dari Jalan Prof. DR. Satrio menuju Blok M dapat menggunakan rute alternatif untuk menghindari dampak pembongkaran traffic decking MRT. Jalur alternatifnya adalah Jalan Masjid Hidayatullah atau Jalan Karet Sawah menuju jalan di samping Plaza Sentral.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.