Ini Perintah Kapolri Tito untuk Ungkap Kasus Teror Pimpinan KPK

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Tito Karnavian. TEMPO/Subekti

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Depok- Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menyampaikan telah memerintahkan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Inspektur Jenderal Arief Sulistyanto, Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis dan Kepala Detasemen Khusus Antiteror 88 Inspektur Jenderal Muhammad Syafii untuk mengupayakan pengungkapan kasus teror pimpinan KPK.

    Tito berharap dengan kerja sama itu, kasus teror terhadap pimpinan KPK Agus Rahardjo dan Laode Muhammad Syarif bisa secepatnya terungkap. “Bahkan dari hari pertama sudah saya perintahkan Pak Kapolda, bila mungkin KPK juga membentuk tim yang bergabung dengan kita untuk mengungkap kasus ini," kata Tito di Universitas Indonesia, Kamis, 10 Januari 2019.

    Baca: Teror Pimpinan KPK, Tukang Bubur: Seseorang Tanya Rumah Ketua KPK

    Menurut Tito, dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Agus dan Laode dalam penanganan kasus ini. "Kita berdoa semoga bisa cepat terungkap. Penanganan kasus ini akan dilakukan dengan cara yang betul-betul bisa transparan," kata dia.

    Baca: Teror Pimpinan KPK, Saksi Dengar Suara Kaca Pecah dan Deru Motor

    Pada Rabu dini hari, 9 Januari 2019, dua rumah pimpinan KPK diteror oleh bom yang berbeda. Rumah Ketua KPK Agus Rahardjo diteror oleh benda menyerupai bom yang disimpan di depan pagar rumahnya. Sedangkan di rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, ada dua buah bom molotov yang disimpan. Salah satunya sudah meledak.

    Teror yang ditujukan kepada pejabat KPK ini bukan yang pertama. Wadah Pegawai KPK mencatat teror pimpinan KPK kali ini adalah kali kesembilan. "Kalau ini tidak diungkap, maka akan ada teror-teror lainnya," kata Ketua WP KPK, Yudi Purnomo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.