Fraksi Nasdem DPRD DKI Ragukan Kemampuan Kepala Dinas Bina Marga

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melantik sejumlah wali kota Jakarta, Bupati Kepulauan Seribu, dan pejabat tinggi DKI di Balai Kota Jakarta, 5 Juli 2018. Wali Kota Jakarta Pusat diisi Bayu Megantara, Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali, Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar, Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi,  Wali Kota Jakarta Utara Syamsudin Lologoa, dan Bupati  Kepulauan Seribu Husien Murad. Tempo/Amston Probel

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melantik sejumlah wali kota Jakarta, Bupati Kepulauan Seribu, dan pejabat tinggi DKI di Balai Kota Jakarta, 5 Juli 2018. Wali Kota Jakarta Pusat diisi Bayu Megantara, Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali, Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar, Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi, Wali Kota Jakarta Utara Syamsudin Lologoa, dan Bupati Kepulauan Seribu Husien Murad. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta -  Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus meragukan kompetensi Hari Nugroho yang baru saja dilantik menjadi Kepala Dinas Bina Marga DKI oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

    Baca juga: Dirut Jakpro Sebut Groundbreaking Stadion BMW pada Maret 2019

    Alasannya, kata Barus, sebelumnya Hari menjabat sebagai Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Lingkungan Hidup (LH) yang tak ada kaitannya dengan Bina Marga. "Kami mengimbau kepada gubernur untuk meletakkan orang yang memiliki keterkaitan dengan bidangnya," ujar Bestari di DPRD, Jakarta Pusat, Kamis, 10 Januari 2019. 

    Anggota Komisi D DPRD DKI itu khawatir karena Hari tak memiliki bekal pengalaman dan kemampuan di bidangnya. “Sehingga ‎akan terkendala teknis saat menjalani tugasnya,” ujar Barus. 

    Gubernur Anies Baswedan melantik tujuh pejabat eselon II atau jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019. Tujuh pejabat itu dipilih Anies berdasarkan hasil lelang jabatan yang sudah digelar Pemprov DKI pada 2018. 

     Bestari mengingatkan, pihaknya akan melakukan uji kompetensi terhadap kepala dinas pilihan Anies itu. "Seperti apa program dan planning dia terkait dengan penganggaran yang sudah setujui. Termasuk bagaimana dia menjalankan programnya," kata Bestari. 

     Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ichwan Zayadi, meminta agar pejabat yang terpilih sebagai kepala dinas harus mengetahui seluk beluk pekerjaan yang dijalaninya. Ia khawatir kepala dinas yang tak kompatibel akan berpengaruh terhadap percepatan pembangunan di Ibu Kota Jakarta.

    "Analoginya orang biasa bawa bajaj, tapi dikasih taksi.‎ Kami minta lain kali kalau seleksi pejabat harus sesuai dengan bidangnya," kata dia. 

    Baca juga: Kata Remaja DKI soal Program Subuh Berjemaah dan Magrib Mengaji

     Tujuh pejabat yang dilantik Anies Baswedan adalah Sri Haryati sebagai Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta; Sri Mahendra Satria Wirawan menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda); Chaidir sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta; Hari Nugroho sebagai Kepala Dinas Bina Marga; Widyastuti sebagai Kepala Dinas Kesehatan; Kelik Indriyanto sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman; serta Uus Kuswanto sebagai Wakil Wali Kota Jakarta Timur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.