Alasan Anies Baswedan Target Remaja DKI Program Magrib Mengaji

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mengaji Serentak

    Mengaji Serentak

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memerintahkan lurah-lurah di seluruh Jakarta untuk menggeber program salat subuh berjamaah dan magrib mengaji. Program tersebut ditujukan untuk menekan kenakalan remaja seperti tawuran atau konsumsi narkoba.

    Baca: Anies Baswedan Cabut Subsidi, PNS DKI Bikin Penuh Parkir DPRD

    Wali Kota Jakarta Selatan Marullah mengatakan program tersebut mulai direalisasikan tahun ini. Targetnya menjadikan masjid sebagai safe house atau tempat aman bagi remaja agar tidak terjerumus dalam kenakalan. "Sekarang ini banyak sekali, terutama anak-anak muda melakukan tawuran dan narkoba," kata Marullah, Rabu 9 Januari 2019.

    Marullah menjelaskan program subuh berjamaah dan magrib mengaji juga ditujukan untuk menciptakan kerukunan di antara masyarakat. Program ini akan direalisasikan di semua kelurahan di Jakarta, terutama yang rawan kerusuhan serta kejahatan seperti narkoba.

    Di Jakarta Selatan, Pemerintah DKI telah menganggarkan sekitar Rp 1,43 miliar untuk pembiayaan program tersebut di seluruh masjid di 65 kelurahan. Setiap kali kegiatan anggarannya Rp 500 ribu. Setiap masjid mendapat jatah melaksanakan 4 kali kegiatan dalam sebulan, hingga 11 bulan ke depan.

    Menurut Marullah, sejumlah kelurahan di wilayahnya telah memulai aktivitas program subuh berjamaah dan magrib mengaji sejak pekan pertama di awal tahun.

    "Ada beberapa sudah memulai dari pekan lalu," kata dia.

    Nofia Enita, Sekretaris Lurah Rawa Barat, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengatakan masih membahas waktu pelaksanaan program magrib mengaji tersebut. Sebab, lama ini, sebagian masjid di kelurahan tersebut sudah menyelenggarakan pengajian rutin untuk anak-anak dan remaja.

    "Biasanya anak-anak sore sudah ngaji, kan tidak mungkin magrib ada lagi. Pasti capek itu," kata dia.

    Nofia berupaya menggandeng pengurus karang taruna untuk menjangkau remaja di Kelurahan Rawa Barat agar bersedia ikut program mengaji. Dia berharap program tersebut bisa mengatasi kenakalan remaja seperti tawuran yang kerap terjadi di Rawa Barat.

    Nofia menambahkan, kelurahan akan memakai dana dari pemerintah DKI untuk membayar guru mengaji atau ustad yang berceramah kepada para remaja. "Tadi masih nanya-nanya, bagaimana mencari cara titik-temu dengan kesediaan pengurus masjid dan para remaja."

    Baca: Kata Remaja DKI soal Program Subuh Berjemaah dan Magrib Mengaji

    Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, mempertanyakan program Anies Baswedan tersebut. Menurut dia, program magrib mengaji tersebut telah masuk ke ranah keyakinan pribadi warga Jakarta. "Jakarta kan majemuk banget,” kata dia. “Jangan sampai program yang niatnya baik malah kontra produktif."



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.