Pembunuhan Siswi SMK Bogor, Polisi Periksa Ponsel dan Diary

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswi SMK Bogor yang tewas, Andriana Yubelia Noven Cahya,  disemayamkan di rumah duka RS Borromeus bandung sebelum dimakamkan di Bandung, Kamis 10 Januari 2019. TEMPO/Anwar Siswadi

    Siswi SMK Bogor yang tewas, Andriana Yubelia Noven Cahya, disemayamkan di rumah duka RS Borromeus bandung sebelum dimakamkan di Bandung, Kamis 10 Januari 2019. TEMPO/Anwar Siswadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Polresta Bogor Kota memeriksa ponsel Andriana Yubelia Noven Cahya, siswi SMK Bogor yang tewas ditikam saat pulang sekolah, Selasa 8 Januari 2019. 

    Baca: Pembunuhan Siswi SMK Bogor, Ini Fakta yang Terungkap

    Pemeriksaan terhadap aktivitas gadis 17 tahun ini di media sosial dilakukan untuk mengungkap pelaku penusukan yang hingga kini belum diketahui identitasnya. Polisi juga memeriksa laptop dan buku harian korban.   

    "Ada beberapa bukti elektronik yang sedang kami lakukan scientific investigation, di antaranya handphone korban, media sosial, termasuk kegiatan korban jauh hari sebelum kejadian," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser di Bogor, Kamis 10 Januari 2019.

    Hendri menjelaskan banyak kendala yang dihadapi aparat kepolisian dalam mengungkap identitas pelaku penusukan terhadap perempuan yang biasa disapa Noven itu karena informasi dan petunjuk yang terbatas.

    Meski pelaku penusukan terekam oleh kamera pemantau atau CCTV, posisinya jauh sekali dari lokasi kejadian. Akibatnya kualitas gambar yang ditampilkan kurang jelas sehingga sulit mengidentifikasi pelaku. 

    "Kendala banyak sekali, pertama minim saksi yang melihat langsung kejadian. Ada beberapa bukti elektronik yang didapat seperti laptop, buku harian tapi belum ada yang mengarah kepada siapa-siapa," kata Hendri.

    Hendri berharap pembesaran wajah pelaku yang terekam CCTV dapat membantu petugas mengenali pelaku. Polresta Bogor Kota meminta bantuan dari Mabes Polri dan Polda Jawa Barat untuk mengambil secara detail gambar yang ada di rekaman CCTV tersebut.

    Selain scientific investigation, Satreskrim Polresta Bogor Kota telah memeriksa delapan orang saksi, di antaranya penjaga kos, teman dekat korban, mantan pacar, termasuk S yang diamankan petugas di Bandung.

    Hendro menyebutkan S masih saksi dan belum dikatakan sebagai pelaku. Alasannya, alibi S, bukti serta saksi yang dihadirkannya tidak menjurus pada pelaku. "Pria berinisial S benar sudah diamankan, tetapi setelah dilakukan pemeriksaan awal S bukanlah pelakunya," kata Hendri.

    Baca: Pembunuhan Siswi SMK Bogor, Polisi Jemput Mantan Pacar

    Hendri menegaskan, pria yang terekam dalam CCTV berbeda fisiknya dengan S yang pernah menjadi teman dekat siswi SMK Bogor ini. "Foto yang beredar di media sosial ada S, masyarakat menilai S adalah pelaku. Tetapi dari hasil pendalaman yang kami lakukan, S masih sebatas saksi," katanya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara dengan Persentase Perokok Terbanyak Indonesia Tertinggi

    Jumlah perokok pria lebih banyak daripada wanita. WHO mencatat jumlah perokok di kawasan Asia dan Afrika meningkat.