Diputuskan Tak Bersalah, Ini Pesan Anies untuk Bawaslu Bogor

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat sesi wawancara dan foto dengan TEMPO di kantornya, Balai Kota, Jakarta, 15 Oktober 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat sesi wawancara dan foto dengan TEMPO di kantornya, Balai Kota, Jakarta, 15 Oktober 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpesan kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bogor agar menggunakan akal sehat dalam menilai setiap laporan. Hal tersebut disampaikan Anies menanggapi hasil penyelidikan Bawaslu soal dugaan pelanggaran kampanye.

    "Jadi kalau kita menggunakan akal sehat, kewajaran, maka laporan-laporan itu dinilai aja mana yang layak mana yang tidak," kata Anies di Gedung Ecovention Ancol, Jakarta Utara, Jumat malam, 11 Januari 2019.

    Baca: Bawaslu Bogor Nyatakan Anies Baswedan Tak Langgar Aturan Pemilu

    Anies menyinggung pentingnya verifikasi laporan terlebih dulu. Menurut dia, hal tersebut penting dilakukan sehingga Bawaslu dapat menilai kelayakan penelusuran laporan itu sebelum menganggapnya sebagai sesuatu yang serius.

    Jika tidak, kata Anies, maka suatu persoalan bakal heboh seperti laporan yang menyeret Anies. "Sekarang menjadi keramaian, ujungnya ternyata tidak ada masalah," ujarnya.

    Bawaslu Kabupaten Bogor sebelumnya memutuskan Anies tak melanggar aturan kampanye saat menghadiri konferensi nasional Partai Gerindra pertengahan 17 Desember 2018. Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor Irvan Firmansyah mengatakan laporan pelanggaran Anies itu tak memenuhi unsur pelanggaran.

    Baca: Bawaslu Bogor Putuskan Anies Tak Bersalah, Anies: Alhamdulillah

    Anies diduga melakukan pelanggaran kampanye karena saat memberikan sambutan, ia mengangkat dua tangannya dengan posisi ibu jari dan jari telunjuk terangkat. Pose itu serupa simbol terhadap pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

    Setelah kejadian itu, R. Adi Prakoso dari Barisan Advokat Indonesia melaporkan Anies Baswedan ke Bawaslu RI pada 19 Desember 2018. Laporan itu kemudian diserahkan ke Bawaslu Jawa Barat, yang kemudian diberikan kepada Bawaslu Kabupaten Bogor, sesuai dengan tempat kejadiannya.

    Anies pun menilai laporan terhadap dirinya seharusnya tak perlu menjadi fokus pembicaraan. Ia mengharapkan Bawaslu sebaiknya fokus pada hal-hal yang substantif selama pemilihan presiden 2019. "Bukan hal-hal minor seperti ini," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Undang-Undang Pemberantasan Terorisme Berlaku, 375 Ditangkap

    Sejak pemberlakuan Undang-Undang Pemberantasan Terorisme yang baru pada Mei 2018, kepolisian menangkap ratusan orang yang diduga terlibat terorisme.