CVR Lion Air Jatuh di Karawang Masih Utuh, Hanya Tergores

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengambil gambar <i>emergency locater transmitter</i> (ELT), <i>direction flight</i>, dan bagian roda pesawat Lion Air PK-LQP JT 610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin, 5 November 2018. Upaya pencarian <i>black box</i> berisi <i>cockpit voice recorder</i> (CVR) masih dilakukan. ANTARA/Galih Pradipta

    Petugas mengambil gambar emergency locater transmitter (ELT), direction flight, dan bagian roda pesawat Lion Air PK-LQP JT 610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin, 5 November 2018. Upaya pencarian black box berisi cockpit voice recorder (CVR) masih dilakukan. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Rekaman suara kokpit (CVR) dari pesawat Lion Air JT PK-LQP ditemukan dalam kondisi baik. Kepala Dinas Penerangan Komando Armada (Koarmada) I TNI Angkatan Laut, Letnan Kolonel Laut (P) Agung Nugroho mengatakan kondisi CVR itu baik dan hanya sedikit tergores. 

    Baca: CVR Lion Air PK-LQP Ditemukan Tim Penyelam Hari Ini

    "Masih utuh, namun ada goresannya," kata Agung Nugroho melalui pesan singkat, Senin, 14 Januari 2019.

    CVR pesawat milik Lion Air yang jatuh di perairan Tanjung Karawang pada 29 Oktober 2018 itu ditemukan oleh tim penyelam dari Kopaska dan Dislambair Koarmada I pagi ini. Menurut Agung, bagian dari black box pesawat Lion Air JT 610 itu ditemukan pada pukul 09.10 Senin pagi ini.

    Kapushidrosal Laksamana Musa TNI Harjo Susmoro mengatakan CVR ditemukan oleh Serda Satria Margono pada 08.40 WIB.

    Kapal yang menemukan koordinat CVR adalah KRI Spica-934 milik Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut atau Pushidrosal.

    Harjo mengatakan, setelah mengetahui kordinat itu, tim penyelam dari Dislambair Koarmada I sebanyak 18 orang dilengkapi peralatan scuba dan tiga orang dari Kopaska diterjunkan.

    "KRI Spica-934 juga membawa ABK sebanyak 55 orang, personel KNKT 9 orang, penyelam TNI AL 18 orang, serta scientist 6 orang," kata dia.

    Kapal yang dikomandani oleh Lekol Laut (P) Hengky Iriawan itu bertugas mencari CVR dalam waktu 15 hari. Alasannya, sinyal yang dipancarkan CVR hanya 90 hari.

    "Sejak pesawat Lion Air jatuh di perairan Karawang 29 Oktober lalu," kata Harjo.

    Harjo mengungkapkan, pencarian dilakukan di area 5 x 5 meter di titik diperkirakan keberadaan CVR. Jaraknya 50 meter dari lokasi penemuan Flight Data Recorder (FDR).

    Pesawat Lion Air PK-LQP jatuh di perairan Tanjung Karawang, pada Senin, 29 Oktober 2018. Pesawat jenis Boeing 737 Max8 itu hilang kontak pada pukul 06.32 WIB, atau sekitar 12 menit setelah take off dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

    Baca: Kisah KRI Spica-934 Temukan CVR Lion Air PK-LQP

    Bagian black box Lion Air lain berupa Flight data recorder (FDR) telah ditemukan pada Kamis, 1 November 2018. FDR berisi data mengenai kecepatan, arah, dan ketinggian pesawat. Sedangkan, CVR merekam komunikasi antara pilot, pengawas bandara, co-pilot dan suara lain di dalam kokpit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berenang Saat Covid-19

    Ingin berenang saat pandemi Covid-19? Jangan takut! Berikut tipsnya.