Gegana Polda Periksa Lumpur Panas di Bekasi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Gegana dari Sat Brimobda Polda Metro Jaya bersiap meninggalkan apartemen usai mengamankan benda yang diduga berisi bahan peledak di Apartemen Beleza, Permata Hijau, Jakarta, 30 Desember 2015. Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Polda Metro Jaya terkait benda yang diduga berisi bahan peledak yang ditemukan di depan apartemen tersebut. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    Tim Gegana dari Sat Brimobda Polda Metro Jaya bersiap meninggalkan apartemen usai mengamankan benda yang diduga berisi bahan peledak di Apartemen Beleza, Permata Hijau, Jakarta, 30 Desember 2015. Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Polda Metro Jaya terkait benda yang diduga berisi bahan peledak yang ditemukan di depan apartemen tersebut. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Bekasi -Kepolisian Sektor Tarumajaya, Kabupaten Bekasi mendatangkan tim Gegana dari Polda Metro Jaya untuk meneliti tanah di sebuah lahan kosong di Kampung Kramat Blancong RT 01 RW 20, Desa Segara Makmur.

    Penelitian dilakukan menyusul adanya dua orang anak kakinya melepuh usai bermain di lahan kosong tersebut.

    Baca : Kata Rahmat Effendi soal Bekasi Sumbang Sampah ke Kali Pisang Batu

    "Mengambil sampel tanah untuk diteliti kandungannya, karena mengandung panas," kata Kapolsek Tarumajaya, Ajun Komisaris Agus Rohmat, Senin, 14 Januari 2019.

    Tak hanya dari tim Gegana, kata dia, kepolisian setempat bakal mendatangkan tim peneliti dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, dan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. "Tim gabungan ini akan ke lokasi besok untuk meneliti," ujar Agus.

    Agus menuturkan, dua anak yang dilaporkan kakinya melepuh adalah MBW, 9 tahun, dan RSP, 8 tahun. Mereka mengalami luka bakar di kaki usai bermain di lahan kosong yang terdapat tanah seperti lumpur pada Kamis siang pekan lalu. "Korban sampai sekarang masih dirawat di rumah sakit umum Koja," kata Agus.

    Agus mengatakan, orang tua korban awalnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Cilincing, Jakarta Utara usai membawa anaknya berobat. Rupanya, setelah dicek, lokasi kejadian berada di wilayah Tarumajaya, Bekasi. Karena itu, pihaknya segera memasang garis polisi. "Sampai sekarang belum diketahui kandungan pada tanah di lokasi tersebut," ujar dia.

    Simak juga :
    20 Keluarga Mengungsi Akibat Kebakaran di Cikarang

    Ia mengatakan, peristiwa bermula ketika dua anak tersebut tengah bermain di lahan kosong yang terletak di perbatasan antara DKI Jakarta dengan Kabupaten Bekasi. "Itu milik warga, tapi pemiliknya tidak tinggal di sana," ujar Agus Rohmat. "Kami juga akan memeriksa pemiliknya ini."

    Ketika bermain, ujar Agus, satu kaki anak itu ambles ke dalam tanah di lahan di Kabupaten Bekasi tersebut yang mengandung panas sampai melepuh. Korban lainnya berupaya menolong dengan menariknya. Justru karena tekanan, kaki anak yang menolong ikut ambles. "Mereka lalu ditolong oleh warga," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.