Soal Tanggul Banjir Dirusak, Ini Beda Pernyataan Anies dan Ahok

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi lokasi banjir akibat tanggul jebol di Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 11 Desember 2017. Tim Anies-Sandi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi lokasi banjir akibat tanggul jebol di Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 11 Desember 2017. Tim Anies-Sandi

    Ahok berjanji akan tegas menindak pihak-pihak yang sengaja merusak tanggul dengan cara membolonginya itu. Termasuk pengembang yang membangun permukiman di sekitar tanggul.

    Baca:
    Ahok: Gimana Enggak Banjir Kalau Tanggul Dibolongi?

    "Saya bilang ini (Kemayoran) pasti tenggelam, nanti salah pemerintah nggak buat jembatan. Benar, salah kita. Tapi salah lu bikin rumah di balik (tanggul) ini. Ini kan jalur hijau," ujar Ahok.

    Sebelum era dua gubernur itu, Joko Widodo atau Jokowi juga pernah berhadapan dengan situasi yang sama saat menjabat Gubernur DKI. Reaksinya beda lagi.

    Jokowi turun dari perahu karet dan menaiki pagar tangga untuk meninjau pengungsi di sebuah sekolah di Kebon Baru, Tebet, Jakarta, (22/1). Kebon Baru banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Ciliwung di kawasan tersebut. TEMPO/Amston Probel

    Di Tanah Abang, Ahad, 19 Januari 2014, Jokowi menemukan tanggul yang dijebol warga itu ditutupi dengan tumpukan karung berisi pasir. Di bagian lain, ditemukan tanggul masih dijebol sebagai akses masuk bagi warga yang mendirikan bedeng tepat di bibir kali.

    Baca juga:
    Ahok: Sampai Kiamat Juga Kebanjiran!

    Padahal debit air Kali Ciliwung yang mengalir di tanggul Kanal Banjir Barat cukup tinggi. Akibatnya, rembesan air mengucur ke permukiman dan Stasiun Tanah Abang melalui lubang-lubang yang dibuat warga setempat. "Tanggul kok diputus, itu bahaya banget," kata Jokowi.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.