Tolak Ditertibkan, PKL Tanah Abang Lawan Petugas Satpol PP

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang kaki lima (PKL) berjualan di bawah proyek Skybridge Tanah Abang di Jalan Jatbaru Raya, Jumat 12 Oktober 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Pedagang kaki lima (PKL) berjualan di bawah proyek Skybridge Tanah Abang di Jalan Jatbaru Raya, Jumat 12 Oktober 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Bentrokan terjadi antara petugas Satpol PP dengan pedagang kaki lima alias PKL di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Kamis, 17 Januari 2019. Keributan terjadi karena para pedagang menolak untuk ditertibkan. 

    Baca: Pemerintah DKI Izinkan PKL Gelar Lapak di Trotoar, Syaratnya?

    "Petugas datang langsung memaksa dan mengambil barang milik pedagang yang berjualan di dekat trotoar Jalan Jatibaru," kata pedagang yang tidak mau menyebutkan namanya, Kamis.

    Meski berjualan di trotoar, para pedagang menganggap mereka tak perlu ditertibkan. Alasannya, mereka telah menggeser barang dagangannya ke belakang garis kuning yang jadi jalur penyandang disabilitas.

    Bahkan sebagian pedagang telah masuk ke toko yang ada di sekitar trotoar. "Tapi yang jualan di dekat toko juga masih diambil barangnya. Jadi semuanya marah," ujar pedagang ini. 

    Menurut dia, sebagian pedagang tidak mau pindah berjualan lantaran telah membayar lapak di trotoar Jalan Jatibaru kepada warga sekitar. Walhasil, ketika ditertibkan para pedagang merasa dirugikan dan melawan.

    "Bahkan sampai ada bentrok fisik tadi. Pedagang tidak terima karena petugas Satpol PP juga berkata kasar," ujarnya.

    Baca: Proyek Skybridge, Ini Harapan Satpol PP Soal PKL Tanah Abang

    Keributan antara PKL dan Satpol PP di Jalan Jatibaru Raya Tanah Abang  telah terjadi sejak pukul 11.00. Dari video yang Tempo terima dari pedagang, terlihat mereka melawan petugas menggunakan balok. Dari video tersebut sejumlah polisi telah hadir di lokasi untuk mencegah bentrokan kembali membesar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.