Banjir Jatipadang, Bangunan di Bantaran Kali Pulo Harus Dibongkar

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi permukiman warga di RT 04, RW 06, Kelurahan Jatipadang, Jakarta Selatan, yang tergenang air pada Senin, 14 Januari 2019. Genangan air setinggi 50-60 sentimeter ini merupakan imbas jebolnya tanggul Kali Pulo pada Ahad malam. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Kondisi permukiman warga di RT 04, RW 06, Kelurahan Jatipadang, Jakarta Selatan, yang tergenang air pada Senin, 14 Januari 2019. Genangan air setinggi 50-60 sentimeter ini merupakan imbas jebolnya tanggul Kali Pulo pada Ahad malam. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Selatan Holi Susanto menyatakan, untuk mencegah banjir, bangunan-bangunan di bantaran Kali Pulo, Kelurahan Jati Padang, Jakarta Selatan harus dibongkar.

    Tujuan utama pembongkaran agar air Kali Pulo tak lagi meluap yang berujung pada banjr di kawasan Kelurahan Jatipadang.

    Baca : Waspada Bencana Hidrometeorologi, BMKG: Curah Hujan DKI Tinggi

    "Kalau mau itu dibongkar jadikan saya Kasatpol PP. Tapi masalahnya diizinkan atau tidak oleh gubernur," kata Holi saat ditemui Tempo di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa sore, 15 Januari 2019.

    Holi memaparkan, penanganan banjir akibat luapan air Kali Pulo harus dilakukan dengan normalisasi. Sebab, rumah-rumah di pinggiran kali itu justru mempersempit lebar kali dari 16-20 meter menjadi 2-5 meter. Bahkan, lanjut dia, ada aliran air kali yang lebarnya menyerupai selokan.

    Alhasil, potensi air meluap besar. Holi mengkhawatirkan, rumah warga yang berdiri di atas aliran air bakal terdampak ketika debit air Kali Pulo berlebihan.

    Petugas PPSU membersihkan lumpur yang menggenangi jalan pemukiman warga karena tanggul aliran Kali Pulo jebol di Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta, Senin 14 Januari 2019. Jebolnya tanggul Kali Pulo pada Minggu, 13 Agustus 2018 tersebut merendam wilayah RT 003 dan RT 004 di RW 006 dengan ketinggian 50-60 cm. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Akan tetapi, proses normalisasi membutuhkan waktu. "Kita bicara relokasi rumah, tanah rusun, sosialisasi ke warga," ujar Holi.

    Untuk saat ini, pemerintah kota Jakarta Selatan mengendalikan debit air di Kali Pulo dengan mengatur masuknya air dari Pintu Air Setu Babakan dan Pintu Air Betawi Ngumpul. Menurut Holi, petugas akan menutup pintu air ketika hujan deras.

    Simak pula :
    Tanggul Bocor di Muara Baru, Anies Sebut karena Kebutuhan Warga

    Selain itu, Sudin Tata Air Jaksel sedang menggarap embung seluas 9.883 meter persegi di dekat Apartemen Kebagusan City, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Prosesnya masih pembebasan lahan yang ditangani Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta.

    Holi menjelaskan, efektivitas pengendalian debit air dan embung dalam meminimalisasi banjir di kawasan Kali Pulo bergantung pada curah hujan. "Kalau hujan sedang masih bisa membantu. Tapi begitu hujan deras, udah kolaps," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.