Surat Ahok ke Pendukungnya: Minta Dipanggil dengan Nama BTP

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. TEMPO/Yola Destria

    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. TEMPO/Yola Destria

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaka Purnama alias Ahok menulis surat dari Rutan Mako Brimob yang ditujukan kepada para pendukungnya.

    Selama ini pendukung mantan Bupati Belitung Timur itu dikenal dengan sebutan Ahokers. “Iya benar (surat dari Ahok)” ujar staf pribadi Ahok Natanael Omposunggu kepada Tempo Kamis 17 Januari 2019.

    Baca : Ahok Minta Pendukungnya Beri Suara untuk Caleg, Ini Isi Suratnya

    Surat itu diposting di media sosial milik Ahok di twitter dan instagram. Tertulis keterangan :
    “Berikut kami sampaikan surat terbaru dari BTP mengenai niat baik dari seluruh pendukung yang berencana menjemput beliau di Mako Brimob dan pesan lainnya.”

    Terdapat tiga gambar yang terdiri dua lembar surat tulisan tangan Ahok dan foto sampul buku Revolusi Belum Selesai. Dalam surat juga disampaikan pasca bebas dari Rutan Mako Brimob Ahok ingin dipanggil dengan nama BTP.
     
    Staf Ahok lainnya Ririn bercerita bahwa surat yang ditulis dua halaman itu dititip Ahok melalui Ima Mahdiah alias Imadya.

    Surat Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama tertanggal 17 Januari 2019 yang diunggah di akun media sosial mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

    Selamai ini Imadya merupakan staf pribadi mantan Wakil Gubernur DKI itu yang mencalonkan menjadi calon anggota legislatif DPRD DKI melalui Partai PDIP. “Iya benar (surat Ahok) dititip melalui Imadya” ujar Ririn.

     
    Saat ini Ahok masih menjalani pidana penjara di Rutan Mako Brimob karena dakwaan penistaan agama. Vonis diberikan di tengah kontestasi dalam Pilkada DKI 2017 lalu. Ahok memilih tak melawan atas putusan dua tahun penjara itu dan rencananya akan bebas murni pada 24 Januari 2019.
    Dalam suratnya yang tertanggal 15 Januari 2019Ahok meminta warga DKI yang berada di Dapil 10 untuk memilih Ima Mahdiah untuk menduduki kursi di DPRD DKI.
     
    Dapil DKI Jakarta 10 yang disebut Ahok meliputi wilayah Kota Administrasi Jakarta Barat, terdiri dari: Kecamatan Grogol Petamburan, Kecamatan Taman Sari, Kecamatan Kebon Jeruk, Kecamatan Palmerah dan Kecamatan Kembangan.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.