Anies Sebut Warga Bocorkan Tanggul Banjir, Ketua RT Membantah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintasi tanggul untuk membendung air laut saat terjadi banjir rob di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, 31 Januari 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Warga melintasi tanggul untuk membendung air laut saat terjadi banjir rob di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, 31 Januari 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua RT020/RW 17 Muara Baru, Jakarta Utara, Nur Rohman membantah ada warganya yang sengaja membocorkan tanggul banjir seperti kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

    Baca: Soal Tanggul Banjir Dirusak, Ini Beda Pernyataan Anies dan Ahok

    "Sejauh ini tidak ada," kata Nur Rohman saat ditemui Tempo di rumahnya, Jumat, 18 Januari 2019. "Kalau ada yang berani, gua yang laporin, saya RT-nya, saya pegang dan bawa ke polisi," lanjut Nur.

    Namun, Nur membenarkan ucapkan Anies bahwa tanggul tersebut dulunya merupakan tempat bersandarnya kapal tradisional. Kapal nelayan biasa menjemput para pemancing untuk dibawa ke tengah laut.

    Menurut Nur, rembesan air dari tanggul laut lama di Muara Baru terjadi karena pembangunan tidak menggunakan pondasi tiang pacang. Tanggul lama hanya terbuat dari bronjong atau kotak yang terbuat dari anyaman kawat baja berlapis seng yang diisi batu-batu. Biasanya dipasang di tebing untuk mencegah erosi.

    "Karenanya mungkin kurang rapat," ujar Nur.

    Di depan tanggul lama sebenarnya sudah dibangun tanggul baru oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Jaraknya sekitar 200 meter dari tanggul lama dan menjorok ke arah laut.

    Menurut Nur, saat pembangunan tanggul itu, pemerintah telah melakukan sosialisasi. Selaku RT, dia memang hanya diberitahu tanggal dan bulan adanya pembangunan.

    "RT dilibatkan, aparat keamanan lain seperti Koramil, Kepolisian dan Airut juga," kata dia.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengkritik proyek tanggul di Muara Baru, Jakarta Utara, yang dibangun tanpa ada pembicaraan terlebih dahulu dengan warga setempat. Akibatnya, tanggul itu menyisakan masalah tersendiri.

    "Saya lihat di lapangan salah satu permasalahannya ini adalah tidak berbicara dengan warga, main patok aja pasang di situ," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu, 16 Januari 2019.

    Sebelum ada tanggul, Anies mengatakan wilayah itu merupakan tempat parkir kapal nelayan dan saluran pembuangan air. Saat ini, akibat adanya tanggul tersebut warga kesulitan memarkirkan kapal dan air yang seharusnya mengalir ke laut menjadi mengenang di pemukiman.

    Baca: Rob Karena Warga Rusak Tanggul Laut, Anies Salahkan Proyek

    Untuk membuang air tersebut, Anies Baswedan menyebut warga terpaksa melubangi tanggul agar air mengalir. Selain itu warga juga mematok tanggul untuk memarkirkan kapal. "Jadi kebanyakan bukan bocor karena air atau karena rusak. Tapi karena ada kebutuhan," ujar Anies.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.