Air Laut Merembes di Tanggul Laut Muara Baru

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana proyek pembangunan tanggul raksasa pengaman pantai (Giant Sea Wall) di kawasan Muara Baru Jakarta, 28 Desember 2017. Pembangunan tanggul laut ini untuk mengatasi banjir pasang air laut (rob) dan abrasi di kawasan pesisir Ibu Kota. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Suasana proyek pembangunan tanggul raksasa pengaman pantai (Giant Sea Wall) di kawasan Muara Baru Jakarta, 28 Desember 2017. Pembangunan tanggul laut ini untuk mengatasi banjir pasang air laut (rob) dan abrasi di kawasan pesisir Ibu Kota. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Air laut masih merembes dari balik tanggul laut di RT 20/RW 17 Muara Baru, Jakarta Utara. Dari pantauan Tempo, Jumat 18 Januari 2019, setidaknya terdapat tiga titik rembesan air laut dari tanggul yang menjadi bagian dari megaproyek tanggul laut raksasa itu.

    Baca berita sebelumnya:
    Anies Sebut Warga Bocorkan Tanggul Laut, Ketua RT Membantah

    Air merembes dari tanggul mengalir ke jalan dan masuk ke selokan warga. "Biasanya pas pasang jam 09.00, ketika sore juga sudah surut," kata seorang warga setempat, Ilham, 28 tahun.

    Ketua RT 20 Muara Baru, Nur Rohman, mengatakan volume air rembesan dari tanggul tergantung dari ketinggian air laut. "Kalau air sejajar dengan tinggi tanggul cukup lama, airnya (yang merembes) bisa banyak," kata dia.

    Namun, Nur mengatakan air rembesan tidak sampai menyebabkan kampungnya kebanjiran. Khususnya, setelah tanggul laut baru dibangun.

    Baca: 
    Rob Karena Warga Rusak Tanggul Laut, Anies Salahkan Proyek

    Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membangun tanggul baru di depan tanggul lama, lebih menjorok ke laut. "Jarak tanggul lama ke tanggul baru sekitar 200 meteran," kata Nur.

    Menurut Nur, masih merembesnya air dari tanggul lama karena tidak adanya fondasi tiang pacang. Nur berujar, tanggul lama hanya terbuat dari bronjong berlapis seng yang diisi batu-batu. "Karenanya mungkin kurang rapat," ujar Nur.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengkritik proyek tanggul di Muara Baru, Jakarta Utara. Dia menyebut pembangunan tanggul tanpa didahului pembicaraan dengan warga setempat. Akibatnya, ada kebutuhan warga setempat untuk melubangi atau merusak tanggul. Pada gilirannya, banjir terjadi ketika air laut pasang (rob).

    Baca: 
    Tanggul Laut Bocor, Anies Sebut Karena Ada Kebutuhan Warga

    Penjelasan Nur membantah adanya warga yang merusak tanggul laut baru bagian dari megaproyek tanggul laut raksasa. Dia menegaskan soal sebatas rembesan, bukan tanggul laut yang sengaja dilubangi. "Kalau ada yang berani, gua yang laporin. Saya RT-nya, saya pegang bawa ke polisi," kata Nur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.