Kompak Tak Lapor LHKPN ke KPK, Fraksi Gerindra DPRD DKI: Gaptek

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi pemanjat profesional memasang spanduk raksasa bertuliskan Berani Lapor Hebat di gedung KPK Lama, Jakarta, 26 Maret 2018. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Aksi pemanjat profesional memasang spanduk raksasa bertuliskan Berani Lapor Hebat di gedung KPK Lama, Jakarta, 26 Maret 2018. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Hingga menjelang akhir jabatan, anggota legislatif Partai Gerindra di DPRD DKI Jakarta belum ada yang menyerahkan LHKPN ke KPK. Alasannya, para anggota dewan tersebut tak mengerti sistem pelaporan kekayaan yang kini dilakukan secara elektronik. 

    Baca: KPK Sebut Anggota DPRD Jakarta Abai Laporkan Harta Kekayaan

    "Kalau saya mengatakan sih banyak yang gaptek (gagap teknologi) itu. Saya sendiri gaptek," ujar Wakil Ketua DPD Gerindra Jakarta Syarif saat dihubungi pada Jumat, 18 Januari 2019. 

    Syarif mengungkapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pernah memberikan sosialisasi cara pengisian LHKPN elektronik tersebut. Namun saat membuat laporan, Syarif mengatakan banyak yang menemukan kesalahan. 

    Syarif mengatakan Gerindra akan mulai mengerjakan pelaporan itu secara kolektif pada Februari dan ditargetkan selesai pada Maret 2019. "Nanti kami imbau semua, kami wajibkan sebelum Maret sudah selesai pelaporan itu," kata Syarif. 

    Sebelumnya, KPK mendorong Kementerian Dalam Negeri segera membuat peraturan tentang kepatuhan penyelenggara negara di daerah dalam melaporkan harta dan kekayaan mereka.

    "Kami sudah mendekati Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Insya Allah dalam waktu dekat akan keluar Permendagri tentang itu," kata Pelaksana Tugas Direktur Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) KPK Kunto Ariyawan, Kamis, 17 Januari 2019.

    Baca: Pelaporan Harta Kekayaan, Kenapa Saut Situmorang Kritik DPRD DKI?

    Syarif tak khawatir persoalan LHKPN menurunkan elektabilitas calon legislatif dari partai Gerindra. "Enggak ada kaitan itu mah. Ya ada sih pengaruhnya, tapi enggak besar kok," kata dia. 


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.