BNN Ungkap Modus Sindikat Penyelundup Kokain ke Indonesia

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari memberikan keterangan saat rilis kasus narkotik di gedung BNN, Jakarta, 16 Oktober 2018. Hasil operasi ini berhasil mengungkap empat kasus tindak pidana narkotik yang dilakukan di Aceh, Sumatera Utara, Banten, dan Kalimantan Utara. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari memberikan keterangan saat rilis kasus narkotik di gedung BNN, Jakarta, 16 Oktober 2018. Hasil operasi ini berhasil mengungkap empat kasus tindak pidana narkotik yang dilakukan di Aceh, Sumatera Utara, Banten, dan Kalimantan Utara. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap modus dan negara asal penyelundupan kokain ke Indonesia. Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari mengatakan kokain di Indonesia berasal dari sejumlah negara di Amerika dan Eropa.

    Baca juga: BNN Bongkar Jaringan Narkoba Lapas Salemba, Sipir Ditangkap

    Narkoba dari ekstrak daun Koka tersebut diselundupkan dari jalur udara. "Biasanya modusnya memanfaatkan penerbangan orang Indonesia dari negara yang memproduksinya," kata Arman saat dihubungi, Jumat, 18 Januari 2019.

    Dalam beberapa bulan terakhir, polisi telah menangkap tiga pengedar dan pengguna kokain baik dari kalangan publik figur sampai cucu konglomerat. Mereka adalah Richard Muljadi cucu konglomerat Kartini Muljadi, aktor Steve Emmanuel alias Yusuf Iman, dan asisten pribadi presenter sekaligus desainer Ivan Gunawan berinisial AJA.

    Berdasarkan penyelidikan polisi, pasokan kokain AJA dan Steve Emmanuel diduga berasal dari jaringan yang sama di Belanda. Kokain keduanya merupakan kualitas yang terbaik.

    Baca juga: BNN DKI Awasi Narkoba dari Lampung Jelang Libur Akhir Tahun

    Arman menuturkan kokain yang diselundupkan ke Indonesia sebagian besar dari negara Amerika Latin, terutama Kolumbia. Namun, saat ini, kokain asal Belanda juga mulai menyerbu negara ini. Menurut dia, kokain yang diselundupkan dari negeri kincir angin itu lantaran banyak orang Indonesia yang tinggal di sana.

    Ditambah, kata dia, jumlah penerbangan orang Indonesia dari Belanda termasuk tinggi. Sehingga, penerbangan komersil tersebut sangat berpotensi dimanfaatkan untuk menyelundupkan kokain asal Belanda.

    "Belanda tidak hanya memproduksi dan menyelundupkan kokain. Negara itu juga banyak menyelundupkan ekstasi ke Indonesia," ujarnya. "Sebagian besar diselundupkan lewat jalur penerbangan," ucapnya.

    Baca juga: Polisi Dalami Jaringan Kokain dari Belanda yang Masuk Indonesia

    Simak kabar terbaru seputar sindikat penyelundup kokain yang diungkap BNN hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.