Food Court di Pulau Reklamasi Beroperasi, Begini Suasananya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana food court di pulau D reklamasi pada Rabu siang, 23 Januari 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Suasana food court di pulau D reklamasi pada Rabu siang, 23 Januari 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah restoran di Pulau Reklamasi Teluk Jakarta sudah beroperasi. Dari pantauan Tempo, Rabu siang, 23 Januari 2019, seorang pegawai restoran di Pulau D terlihat tengah menyalakan panggangan untuk mempersiapkan dagangannya.

    "Bukanya nanti dari jam 5 sore," kata Egi, penjual Sop Konro Karebosi Baru saat ditemui Tempo.

    Baca: Food Court Pulau Reklamasi Beroperasi, Kenapa Anies Enggan Bicara

    Egi mengatakan restorannya telah buka siang hari karena bahan makanan harus dimasak terlebih dahulu. Sedangkan pedagang lain, menurut dia, akan membuka restorannya pada pukul 17.00. "Kalau yang lain kan sudah yang matang-matang gitu, yang masaknya di rumah," kata dia.

    Saat Tempo datang sekitar pukul 14.00, beberapa ruko lain yang berjajar di Jalan Kapuk Naga Indah memang belum buka. Namun kursi-kursi pengunjung telah tersusun rapi. Di langit-langit halaman food court tersebut, lampu hias terpasang.

    Salah satu penjual di food court Pulau D reklamasi Teluk Jakarta sedang menyalakan panggangan, Rabu, 23 Januari 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Food court tersebut berkonsep semi outdoor. Sebagian besar meja dan tempat duduk pengunjung tidak beratap. Selain ada sop konro Karebosi Baru, di food court itu terdapat restoran lain seperti sate dan sop. Di sekitar food court, tampak kendaraan roda dua dan roda empat berlalu lalang di Jalan Kapuk Naga Indah.

    Egi mengaku telah berjualan di pulau yang kini bernama Pantai Maju Jakarta itu sejak tanggal 23 Desember 2018. Menurut dia, pengunjung akan ramai datang pada hari Sabtu dan Minggu. "Mobil-mobil ramai banget di sini, sampai macet juga," kata dia.

    Pada Juni 2018, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyegel sekitar 932 bangunan di Pulau C dan D reklamasi. Penyegelan dilakukan karena PT Kapuk Naga Indah selaku penggarap pulau melakukan pembangunan tanpa memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

    Saat dimintai tanggapannya hari ini, Anies mengatakan ia belum bisa memastikan legalitas operasional sejumlah restoran di pulau reklamasi tersebut. Seluruh aktivitas di pulau itu, kata dia, seharusnya berizin. "Lagi mau diperiksa semuanya tapi kalau ada yang tanpa izin pasti akan kita berikan sanksi," kata Anies.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.