Bawaslu DKI Antisipasi Peredaran Tabloid Indonesia Barokah

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tabloid Indonesia Barokah. foto/istimewa

    Tabloid Indonesia Barokah. foto/istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Bawaslu DKI Jakarta menelusuri penyebaran Tabloid Indonesia Barokah di Ibu Kota. Tabloid ini menyasar sejumlah masjid dan pesantren di beberapa daerah bertepatan dengan masa kampanye Pilpres 2019.

    Baca:
    Selusin Masjid di Bekasi Terima Kiriman Tabloid Indonesia Barokah

    "Sudah sejak kemarin proses penelusurannya," kata anggota Bawaslu DKI Jakarta Puadi melalui pesan singkat, Jumat, 25 Januari 2019.

    Puadi mengatakan tabloid tersebut telah banyak tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Banten. Tapi sejauh ini belum didapatinya di Jakarta. Bawaslu mengimbau masyarakat memberikan informasi jika menemukan tabloid itu.

    Lokasi alamat redaksi Tabloid Indonesia Barokah di Jalan Haji Kirinkeman, Rawa Bacang, Jatirahayu, Kota Bekasi, yang tampak sepi, Kamis, 24 Januari 2019. TEMPO/Adi Warsono.

    Baca:
    Alamat Tabloid Indonesia Barokah Fiktif, Ketua RT di Bekasi Sibuk

    Tabloid Indonesia Barokah ini juga ditemukan oleh Bawaslu Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Di wilayah itu, tabloid dilaporkan sudah disebarkan ke pengurus masjid dan pesantren di 32 kecamatan.

    Tabloid mencantumkan alat redaksi di Kota Bekasi. Berdasarkan penelusuran Tempo, alamat redaksi tabloid tersebut berada di Jalan Haji Kerenkemi, Kampung Rawabacang, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi. Alamat ini diduga menggunakan data sesuai pada aplikasi google maps letaknya di RT 007 RW 013.

    Baca:
    Tabloid Indonesia Barokah Ditemukan Juga di Tangerang

    Warga setempat mengenal jalan dalam alamat redaksi Tabloid Indonesia Barokah itu sebagai jalan Kirinkeman. Jalan itu sendiri panjangnya sekitar 100 meter. Tapi sepanjang jalan tersebut hanya terdapat rumah warga biasa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.