Cerita Penghuni Wisma Ciliwung Minta Diperhatikan Pemprov DKI

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Wisma Ciliwung di daerah Bukit Duri, Jakarta Selatan, pada Kamis, 6 September 2018. Wisma tersebut diajukan oleh warga gusuran Bukit Duri menjadi lahan tempat dibangunnya Kampung Susun proyek Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tempo/Adam Prireza

    Suasana Wisma Ciliwung di daerah Bukit Duri, Jakarta Selatan, pada Kamis, 6 September 2018. Wisma tersebut diajukan oleh warga gusuran Bukit Duri menjadi lahan tempat dibangunnya Kampung Susun proyek Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Nurhadi, 47 tahun, salah seorang penghuni kontrakan di Wisma Ciliwung, Jakarta Selatan, meminta pemerintah juga ikut memerhatikan nasibnya jika akan menjadikan wisma itu sebagai Kampung Susun.

    Sebab, Nurhadi mengatakan sudah tinggal cukup lama di wisma dengan biaya yang cukup murah.

    Baca : Begini Kondisi Wisma Ciliwung yagn Bakal Jadi Kampung Susun

    "Saya bayar Rp 500 ribu per bulan di sini. Di mana lagi di tengah kota Jakarta tempat tinggal dapat segitu?" ujar Nurhadi kepada Tempo, Jumat, 25 Januari 2019.

    Nurhadi menjelaskan sudah tinggal di Wisma Ciliwung sejak 1997. Ia pindah ke wisma dari kontrakan lamanya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, karena tergiur harga murah, yakni sekitar Rp200 ribu per bulan saat itu.

    Kini Nurhadi bekerja dan sebagai ojek pangkalan di depan Wisma Ciliwung. Ia mengatakan sudah nyaman tinggal di sana, meskipun kondisi wisma terlihat kumuh dan tua, yakni bercat kusam, tembok berjamur, dan pagar berkarat.

    "Kalau nanti disuruh pindah buat warga gusuran, ya saya mau aja. Tapi perhatiin juga lah," ujar dia.

    Sebelumnya, warga korban penggusuran Bukit Duri yang menjadi pemenang gugatan class action di era Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, meminta kepada Pemprov DKI menjadikan Wisma Ciliwung sebagai lahan pembangunan kampung susun.

    Menanggapi permintaan itu, Sekretaris Daerah DKI Saefullah berujar pihaknya akan menyiapkan lahan Wisma Ciliwung itu. Saefullah menuturkan pihaknya juga menawarkan lahan milik Kementerian Keuangan sebagai lokasi alternatif.

    Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Kelik Indriyanto menjelaskan sampai saat ini pihaknya masih dalam tahap negosiasi pembelian lahan Wisma Ciliwung.

    "Sedang dalam tahap peningkatan hak tanah/ pensertifikatan, untuk dapat ditindaklanjuti dengan pembebasan lahan sesuai Pergub 82/2017," ujar Kelik saat dihubungi Tempo.

    Lebih lanjut, saat ini kondisi Wisma Ciliwung penuh dengan penghuni yang salah satunya adalah Nurhadi.

    Simak pula :
    Janji Anies Bangun Kampung Susun, DKI: Masih Tunggu Sertifikat

    Di lahan seluas 1,6 hektare itu terdapat puluhan perusahaan dan ratusan warga yang mengontrak. Petugas keamanan Wisma Ciliwung Ujang Supana menuturkan lokasi wisma saat ini juga berfungsi sebagai gudang logistik.

    Soal rencana pemerintah menjadikan Wisma Ciliwung sebagai kampung susun, Ujang menjelaskan beberapa bulan lalu petugas dari Kelurahan Bukit Duri pernah datang ke Wisma Ciliwung. Dalam kunjungan itu, Ujang memaparkan petugas memfoto kondisi di dalam Wisma Ciliwung. Usai kunjungan itu, sampai saat ini belum ada petugas yang kembali datang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.