Prakiraan Cuaca BMKG, Awas Hujan dan Angin Kencang di DKI

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hujan. REUTERS/Zoran Milich

    Ilustrasi hujan. REUTERS/Zoran Milich

    TEMPO.CO, Jakarta -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Jakarta Selatan dan Timur diguyur hujan pada siang hari ini, Sabtu, 26 Januari 2019.

    Dalam rentang waktu yang sama, hujan dengan intensitas ringan juga diprediksi turun di Jakarta Utara dan Pusat. Sementara itu, awan tebal akan menggelayuti langit Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu.

    Baca : Puncak Musim Hujan, LRT dan Becakayu Diadukan ke Anies

    BMKG dalam situs resminya, www.bmkg.go.id, mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat waspada akan adanya potensi hujan disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di wilayah Jakarta Utara, Selatan, dan Timur antara siang dan sore hari.

    Cuaca mulai beralih menjadi berawan untuk sebagian wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu pada malam hari, sementara Jakarta Selatan dan Timur akan tetap diguyur hujan ringan. Dengan kondisi cuaca seperti itu, BMKG memperkirakan suhu di Jakarta akan berkisar antara 23-28 derajat celcius dengan rentang kelembaban pada 75-100 persen.

    Untuk wilayah sekitar Jakarta, BMKG Memprediksi hujan dengan intensitas sedang akan mengguyur Kota Bekasi dan Depok, serta hujan ringan di Bogor dan hujan lokal di Tangerang pada siang ini.

    Simak juga :
    BMKG: Waspada Hujan dan Angin Kencang di Jakarta dan Sekitarnya

    Menurut BMKG, memasuki malam hari, hujan ringan masih tetap mengguyur Bogor, Depok, dan Bekasi, sementara Tangerang akan diselimuti awan.

    Terkait kondisi cuaca itu, BMKG pun mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi pada rentang waktu siang hingga malam hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.