Harlah Muslimat NU, Ini Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Stadion GBK

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mulai mencoba rekayasa lalu lintas di simpang Asia Afrika-Tamblong dengan menutup akses menuju Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, 21 April 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas mulai mencoba rekayasa lalu lintas di simpang Asia Afrika-Tamblong dengan menutup akses menuju Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, 21 April 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas untuk menjaga kelancaran peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-73 di Stadion GBK.

    Baca: Harlah Muslimat NU ke-73, Lima Ribu Personel Disiapkan

    Kendati acara berlangsung pada Ahad, 27 Januari 2019, ribuan bus peserta diperkirakan mulai memasuki lokasi pada tengah malam nanti.      

    "Pengaturan dan rekayasa lalu lintas dilakukan saat kedatangan bus peserta/jamaah. Ketika kedatangan bus peserta/jamaah berlangsung dan menurunkan jamaah serta bus keluar ke lokasi kantong parkir akan dilakukan pengaturan lalu lintas sistem buka/ tutup," kata Plt Kepala Dinas Pehubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko di Jakarta Pusat, Sabtu 26 Januari 2019.

    Terkait parkir bus, pihak panitia telah menyediakan kantong-kantong parkir antara lain di Kawasan GBK, TVRI, Ex Taman Ria Senayan, Kemenpora, Kemenpan, Polda MJ, SCBD, Thamrin 10 dan belakang Hotel Sultan.

    Dijelaskannya kegiatan sudah dimulai pukul 00.00 WIB sampai dengan pukul 09.30 WIB, terkonsentrasi di Pintu 10 GBK di Jalan Gerbang Pemuda sebagai akses masuk bus dan Pintu 11 GBK sebagai akses keluar bus.

    Hal tersebut berjalan secara situasional pada ruas jalan ataupun di persimpangan yang dekat kawasan Gelora Bung Karno (GBK) oleh petugas di lapangan mulai pukul 00.00 sampai 02.30 WIB. Prinsipnya tidak dilakukan penutupan jalan karena waktunya dini hari dan lalu lintas kendaraan belum banyak.

    "Setelah acara selesai mulai pukul 09.30 WIB, pengaturan traffic flow di dalam kawasan GBK di atur sedemikian rupa sehingga tidak terjadi kemacetan," kata Sigit.

    Untuk bus yang parkir di area parkir GBK diutamakan lebih dahulu untuk pick-up peserta dan keluar kawasan GBK, diikuti bus yang di parkir di kantong parkir. Apabila terjadi kepadatan di dalam kawasan GBK, pengelola akan membuka beberapa pintu Iainnya untuk akses keluar bus.

    Pengaturan dan rekayasa lalu lintas ketika bus masuk dan keluar kawasan GBK, dilakukan dengan sistem buka/ tutup jalan Gerbang Pemuda ataupun di persimpangan yang dekat kawasan GBK mulai pukul 09.30 sampai dengan selesai.

    Apabila kondisi Ialu lintas cukup padat antara Iain karena bus-bus parkir di badan jalan sekitar kawasan GBK, maka dilakukan pengalihan arus lalu lintas sebagai berikut:

    Untuk arus lalu lintas dari arah Semanggi dilarang ke kiri yang menuju Jala Gerbang Pemuda dialihkan lurus menuju Jalan Palmerah Timur dan seterusnya.

    Lalu lintas dari arah Slipi yang akan menuju JI. Gerbang Pemuda melalui Flyover Senayan dialihkan lurus kearah Semanggi dan seterusnya.

    Arus lalu lintas dari arah Jalan Asia Afrika Sisi barat dilarang belok kanan ke Jalan Pintu 1 Senayan dialihkan lurus dan seterusnya.

    Arus lalu lintas dari arah Jalan Asia Afrika Sisi barat dilarang belok kanan ke Jalan Gerbang Pemuda dialihkan lurus dan seterusnya.

    Baca: Ada Pengerjaan MRT, Rekayasa Lalu Lintas di Sudirman Diberlakukan

    Sigit mengimbau pengguna jalan agar dapat menghindari ruas jalan di sekitar kawasan GBK dan menyesuaikan pengaturan serta rekayasa lalu lintas untuk menjaga kelancaran lalu lintas saat peringatan Harlah Muslimat NU ke-73. Pengendara juga harus mematuhi rambu-rambu lalu lintas, petunjuk petugas di lapangan dan mengutamakan keselamatan di jalan. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.