Polisi Tangkap Penipu Catut Nama Jokowi, Hary Tanoe, dan Yenny

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono menunjukkan barang bukti kwitansi kasus penipuan menjual nama Presiden Jokowi, Hary Tanoe, dan Yenny Wahid, yang dilakukan oleh tersangka ISP di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 28 Januari 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono menunjukkan barang bukti kwitansi kasus penipuan menjual nama Presiden Jokowi, Hary Tanoe, dan Yenny Wahid, yang dilakukan oleh tersangka ISP di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 28 Januari 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menangkap ISP, tersangka tindak pidana penipuan dan penggelapan yang menjual nama Presiden Jokowi, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo alias Hary Tanoe, dan Direktur Wahid Institute Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid alias Yenny Wahid.

    Baca juga: Divonis 1,5 Tahun, Ahmad Dhani Langsung Dibawa ke Lapas Cipinang

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pelaku ditangkap di rumahnya di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat, 25 Januari 2019. "Yang bersangkutan bilang bisa memberi pinjaman dari yayasan Ibu Yenny Wahid dan Pak Hary Tanoesoedibjo," kata Argo, Senin, 28 Januari 2019.

    "Kemudian kalau nanti Pak Jokowi menang (Pemilihan Presiden 2019), tidak perlu dibayar kembali," ujar Argo. Menurut Argo, tersangka ISP memakai modus menjanjikan pinjaman hingga Rp 15 juta jika korban membayar uang administrasi.

    Besarannya antara Rp 500-600 ribu dan dibayar secara tunai. Pinjaman tersebut dijanjikan cair pada akhir Desember 2018. Namun, hingga Januari 2019, ISP tak kunjung menepati janjinya, walau uang administrasi telah dibayar.

    "Kemudian korban melaporkan ke Polda Metro Jaya pada 24 Januari 2019," kata Argo. Argo menjelaskan, untuk meyakinkan korban, pelaku melakukan survei. Korban yang rata-rata adalah pemilik usaha kecil berupa warung, dan toko kelontong, difoto oleh pelaku.

    Baca juga: Ahmad Dhani Divonis 1,5 Tahun Penjara Atas Kasus Ujaran Kebencian

    ISP juga meminta Kartu Keluarga sebagai syarat pinjaman. "Tersangka mendatangi korban door to door," kata Argo. Total korban penipuan mencapai 14 orang. Jumlah kerugian diperkirakan Rp 10 juta.

    Oleh pelaku penipuan yang catut nama Presiden Jokowi, Hary Tanoe, dan Yenny Wahid, uang tersebut telah dihabiskan untuk berbagai keperluan. Menurut Argo, pelaku menjalankan aksinya seorang diri. ISP dijerat dengan Pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uang Djoko Tjandra untuk Gaya Hidup Jaksa Pinangki

    Tersangka kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari diduga menerima uang banyak untuk mengurus fatwa bebas Djoko Tjandra