Bawaslu DKI Amankan Tabloid Indonesia Barokah di Kepulauan Seribu

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Panitia Pengawas (Panwas) Kecamatan Klojen menunjukkan tabloid Indonesia Barokah di ruang antaran Kantor Pos Pusat Kota Malang, Jawa Timur, Senin, 28 Januarai 2019. Kantor pos Pusat kota Malang menahan sementara 1.081 amplop. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Petugas Panitia Pengawas (Panwas) Kecamatan Klojen menunjukkan tabloid Indonesia Barokah di ruang antaran Kantor Pos Pusat Kota Malang, Jawa Timur, Senin, 28 Januarai 2019. Kantor pos Pusat kota Malang menahan sementara 1.081 amplop. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta mengamankan sepuluh eksemplar Tabloid Indonesia Barokah pada akhir pekan lalu, 25 Januari 2019. Komisioner Bawaslu DKI, Puadi, mengatakan tabloid itu beredar di kawasan Kepulauan Seribu.

    Baca: Dituduh Dalang Tabloid Indonesia Barokah, Ini Jawaban Ipang Wahid

    "Sudah diamankam setelah dilaporkan oleh panwascam (panitia pengawas pemilihan kecamatan) Pulau Seribu," ujar Puadi saat dihubungi Tempo melaui pesan pendek pada Senin petang, 28 Januari 2019.

    Menurut Puadi, tabloid tersebut dikirim seseorang yang tak dikenal melalui pos dan giro Kepulauan Seribu. Adapun kesepuluhnya diterima oleh petugas di kantor pos setempat pada Jumat, 25 Januari, tepat pukul 11.00 WIB.

    Tabloid yang sama sebelumnya telah beredar di berbagai daerah di Pulau Jawa, khususnya di Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Modus pengirimannya pun seragam, yakni menyasar sejumlah masjid dan pesantren. Di Jawa Barat, ada sekitar 20 tabloid telah diamankan oleh pihak Bawaslu.

    Baca: 5 Fakta Seputar Tabloid Indonesia Barokah: Alamat Palsu

    Sementara itu di Banten, jumlahnya berlipat ganda. Ketua Bawaslu Banten Didih M menyatakan 8.000 eksemplar tabloid itu sudah beredar di provinsinya. Sekitar 4.000 di antaranya telah mendarat di sejumlah masjid dan pesantren. Sedangkan setengah sisanya berhasil dicegah peredarannya.

    Tabloid Indonesia Barokah yang tersebar di sejumlah wilayah ini merupakan edisi perdana. Pada bagian muka tabloid itu tertera waktu terbitnya, yakni Desember 2018. Pemberitaan di dalam tabloid tersebut dipayungi tajuk “Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik?”.

    Dari lembar per lembar, tabloid Indonesia Barokah memuat sejumlah tulisan bernuansa politik. Beberapa lembar tabloid ini menulis nama sejumlah tokoh Islam yang menjadi pahlawan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

    Baca: Kantor Pos Solo Masih Tahan 500 Kiriman Tabloid Indonesia Barokah

    Di lembar berikutnya, tim redaksi memaparkan liputan khusus berjudul "Prabowo Marah Media Dibelah". Tulisan itu disertai gambar yang menampilkan calon presiden Prabowo Subianto mengangkat kedua lengannya dengan posisi telapak tangan seperti hendak menikam.

    Saat ini, Bawaslu DKI masih menghimpun sejumlah laporan dari masyarakat ihwal temuan Tabloid Indonesia Barokah. Selain di Kepulauan Seribu, majalah serupa ditemukan di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...