Ini Lima Kecamatan di Jakarta dengan Kasus DBD Tertinggi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Jumantik melakukan pemberantasan sarang nyamuk. TEMPO/Tri Handiyatno

    Tim Jumantik melakukan pemberantasan sarang nyamuk. TEMPO/Tri Handiyatno

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat incidence rate atau IR tertinggi kasus demam berdarah dengue (DBD) ada di lima kecamatan Ibu Kota. Lima kecamatan itu masuk dalam wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Timur.

    Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan untuk Jakarta Selatan, angka IR atau angka kesakitan DBD sebesar 19,26 di Jagakarsa dan 16,54 di Kebayoran Baru. IR adalah perhitungan kejadian per 100.000 penduduk yang digunakan untuk mengukur proporsi kejadian DBD. Semakin tinggi angka IR, maka semakin tinggi kejadiannya.

    Baca: DKI Waspada DBD, Tiap Keluarga Harus Punya Kader Jumantik

    Selanjutnya kasus DBD tertinggi di peringkat kedua dengan angka 16,94 ditemukan di Kalideres, Jakarta Barat. Jakarta Timur menempati posisi dua terakhir, yakni 13,93 di Pasar Rebo dan 13,57 di Cipayung. "Angkanya terus bergerak," kata Widyastuti di kantornya, Jakarta Pusat, Senin, 28 Januari 2019.

    Widyastuti menjelaskan jumlah warga terjangkit DBD di Jakarta tidak merata karena jumlah penduduk di masing-masing kecamatan tak sama. Dengan begitu, jumlah kasus di setiap kecamatan tak bisa dibandingkan atau dijabarkan dalam bentuk peringkat.

    Adapun salah satu penyebab tingginya angka insidentil di Jagakarsa, menurut Widyastuti, karena banyaknya lahan-lahan kosong tak bertuan. "Dia meninggalkan tempat-tempat perindukannya (nyamuk DBD)," ujar dia.

    Baca: 613 Kasus Demam Berdarah, DKI Jakarta Ditetapkan Waspada DBD

    Menurut Widyastuti, terdapat 613 kasus DBD di Jakarta per 27 Januari 2019. Rinciannya, yakni 231 kasus di Jakarta Selatan, 169 kasus di Jakarta Timur, 153 kasus di Jakarta Barat, 37 kasus di Jakarta Utara, dan 23 kasus di Jakarta Pusat.

    Angka ini sejalan dengan prediksi DKI yang tampak dari penelitian antara Dinas Kesehatan DKI, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Penelitiannya mengenai korelasi kelembaban udara Jakarta dengan tingkat DBD.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.