Menjajal Naik Ratangga, Kereta MRT Pertama di Indonesia

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kereta Mass Rapid Transit (MRT) berbincang saat melakukan uji coba di Stasiun Lebak Bulus, Jakarta, Kamis 17 Januari 2019. Jelang peresmian MRT yang akan dilaksanakan pada Maret 2019 tersebut masyarakat dapat mencoba secara gratis moda transportasi itu mulai 27 Februari. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Petugas kereta Mass Rapid Transit (MRT) berbincang saat melakukan uji coba di Stasiun Lebak Bulus, Jakarta, Kamis 17 Januari 2019. Jelang peresmian MRT yang akan dilaksanakan pada Maret 2019 tersebut masyarakat dapat mencoba secara gratis moda transportasi itu mulai 27 Februari. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta melakukan uji coba kereta MRT atau Ratangga bersama jurnalis pada Rabu, 30 Januari 2019. Dalam kesempatan itu, puluhan jurnalis menjajal sensasi menaiki kereta bawah pertama di Indonesia itu.

    "Kita akan berangkat pukul 14.03 dari Bundaran HI dan akan memakan waktu sekitar 30 menit," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar di Stasiun MRT Bundaran HI, Rabu, 30 Januari 2019.

    Baca: Penyebab Ratangga MRT Jakarta akan Dikemudikan Para Masinis Muda

    Usai menuruni tangga masuk stasiun MRT dari Jalan MH Thamrin, rombongan jurnalis dan MRT memasuki kawasan concourse yang terbuka. Di bagian itu terdapat mesin tiket, gerbang tapping tiket dan petak kios. Lokasi tersebut nantinya akan menjadi kawasan komersil sekaligus tempat masyarakat menyeberang jalan.

    Usai mendapat arahan singkat di bagian concourse, rombongan melanjutkan perjalanan menuju bagian peron yang terletak 30 meter di dalam tanah. Sebelumnya, mereka harus melewati gerbang tapping tiket yang saat ini belum berfungsi.

    Pekerja menyelesaikan pembangunan stasiun kereta Mass Rapid Transit (MRT) Bundaran HI di Jakarta, Kamis 17 Januari 2019. Jelang peresmian MRT yang akan dilaksanakan pada Maret 2019 tersebut masyarakat dapat mencoba secara gratis moda transportasi itu mulai 27 Februari. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Di peron yang memiliki panjang sekitar 200 meter, puluhan gerbang otomatis Ratangga berjejer. Tak seperti kunjungan Tempo pada bulan November 2018, kini kondisi peron MRT sudah dilengkapi pendingin ruangan, CCTV, dan papan LCD penunjuk waktu serta kedatangan kereta.

    Tepat pukul 14.03, satu rangkaian Ratangga yang terdiri dari 12 gerbong datang dari arah selatan. Kereta buatan Jepang itu datang dengan dikendarai oleh seorang masinis. Meskipun beroperasi secara otomatis, Ratangga tetap memerlukan kehadiran masinis jika ada kondisi yang mengharuskan kereta dioperasikan secara manual.

    Saat pintu kereta dan peron terbuka, udara dingin dari dalam kereta menyeruak. Pihak pengelola mengklaim menjaga suhu di dalam kereta 20-25 derajat Celcius agar penumpang merasa nyaman.

    Baca: Beroperasi Maret, Pengerjaan MRT Jakarta Sudah 98,43 Persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.