Polisi Bongkar Sindikat Penyedia Pornografi Live Show di Line

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi melihat pornografi. Shutterstock

    Ilustrasi melihat pornografi. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Polres Metro Jakarta Barat membongkar sindikat penyedia jasa pornografi "live show" yang disangka sekaligus menjalankan bisnis prostitusi "online". Omzet dari keduanya ditaksir ratusan juta rupiah.

    Baca berita sebelumnya:
    Polisi Bongkar Bisnis Pornografi Tari Telanjang Via Medsos

    Patroli Cyber Crime Unit Kriminal Khusus Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat mengendus keberadaan jasa pornografi dan bisnis prostitusi online itu dalam sebuah grup percakapan di aplikasi pesan cepat Line bernama "SHOW TIME". Anggota grup bisa menikmati pertunjukan langsung (live show) yang diperankan model perempuan atau model berpasangan yang sudah dipersiapkan pengelola atau admin grup.

    Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Edi Suranta Sitepu, menerangkan peran admin grup adalah seperti muncikari, mengatur transaksi prostitusi daring. Admin menyediakan perempuan-perempuan yang bisa dipesan oleh anggota grup dan menyiapkan lokasi transaksi.

    "Praktik prostitusi 'online' kini sudah menjamur dengan beragam modusnya, sindikat penyedia jasa 'live show' secara 'online' ini terbilang modus baru dari praktik prostitusi 'online' terselubung lainnya," kata Edi, Minggu 3 Februari 2019.

    Baca:
    Pornografi Tari Telanjang Via Joy Live: 3 Tersangka, 3 Peran

    Polisi meringkus lima orang sebagai tersangka dalam sindikat kejahatan pornografi dan prostitusi ini. Mereka adalah SH (23), ZJ (23), WN (23), HAM (23) dan RM. Kelimanya kini ditahan bersama barang bukti berupa empat unit telepon genggam, lima akun grup Line, empat akun Official Line, 30 lembar capture group Line, tiga unit CPU, tiga unit laptop serta satu set perangkat LAN dan WIFI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.