PT KCI Hari Ini Rilis Kartu Tiket KRL Spesial Tahun Baru Imlek

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT KCI meluncurkan Kartu Multi Trip (KMT) spesial edisi lmlek di Stasiun Jakarta Kota, Selasa, 5 Februari 2019. TEMPO/Kartika Anggraeni

    PT KCI meluncurkan Kartu Multi Trip (KMT) spesial edisi lmlek di Stasiun Jakarta Kota, Selasa, 5 Februari 2019. TEMPO/Kartika Anggraeni

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) meluncurkan Kartu Multi Trip (KMT) tiket KRL spesial Tahun Baru Imlek buat merayakan Tahun Babi Tanah di 2019. Peluncuran digelar di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat hari ini, Selasa, 5 Februari 2019.

    Kartu tersebut didominasi dengan warna merah, serta bertuliskan "Happy Lunar Year 2570". KMT edisi Imlek dibanderol dengan harga Rp 50.000.

    Simak pula : Tahun Baru Imlek, Vihara Dharma Bhakti Ramai Hingga Tengah Malam

    "Di sini sudah ada saldonya Rp 15 ribu," kata Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti di lokasi peluncuran.

    PT KCI mencetak sebanyak 5.000 kartu. Pengguna commuter line bisa mendapatkan kartu itu di Stasiun Jakarta Kota, Juanda, Bogor, Depok Baru, Bekasi, Tangerang, Serpong, Tanah Abang, Tebet dan Bojong Gede.

    Wiwik mengatakan, KMT spesial Imlek tidak memiliki kelebihan dengan KMT lain yang sudah ada. Sedangkan alasan memilih Stasiun Jakarta Kota untuk peluncuran, Wiwik berujar lantaran statisun itu kerap ramai penumpang saat musim libur.

    "Kalau libur rata-rata 50 ribu penumpang per hari," kata Wiwik lagi

    Simak pula :

    Tahun Babi Tanah, Keistimewaan 7 Sumur di Vihara Gayatri Depok

    Saat peluncuran KMT edisi spesial Tahun Baru Imlek tersebut PT KCI juga menyediakan hiburan pertunjukan Barongsai. Selain itu, petugas juga membagikan fortune cookies kepada para pengunjung di stasiun. "Isi fortune cookies yang bisa didapatkan oleh pengguna berupa merchandise KRL," kata Wiwik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.