Penganiaya Tiga Jumantik Terancam Hukuman 32 Bulan Penjara

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi tiga perempuan yang bertugas sebagai juru pemantau jentik nyamuk alias jumantik yang dipukul seorang pria, Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ahad, 3 Februari 2019. TEMPO/Lani Diana

    Kondisi tiga perempuan yang bertugas sebagai juru pemantau jentik nyamuk alias jumantik yang dipukul seorang pria, Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ahad, 3 Februari 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku penganiayaan terhadap tiga juru pemantau jentik atau jumantik nyamuk, Marwan Sangadji, 39 tahun, terancam dihukum 2 tahun 8 bulan penjara.

    Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Sektor Jagakarsa Inspektur Satu Sigit Akr mengatakan tersangka dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. "Tersangka sudah kami tahan," kata Sigit saat dihubungi, Selasa, 5 Februari 2019.

    Baca: Cerita Tiga Perempuan Jumantik Nyamuk di Jagakarsa Dianiaya Warga

    Marwan melakukan penganiayaan kepada tiga jumantik di rumahnya di RT 08 RW 05 Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Jumat, 1 Februari. Ketiga wanita yang menjadi korban keberingasan Marwan adalah Jayanti, 40 tahun, Nur Azizah (42) dan Desi Yanita (33).

    Sigit mengatakan Marwan ditangkap di rumahnya tak lama setelah kejadian. Motif tersangka menganiaya ketiga korbannya karena rumahnya tidak ingin dilakukan pemeriksaan jentik nyamuk. "Padahal ketiga korban sudah meminta izin kepada pemilik rumah (Marwan)," kata dia.

    Baca: 3 Jumantik Dianiaya, Anies Sebut Pelakunya Harus Dihukum Setimpal

    Akibat penganiayaan, Sigit mengatakan ketiga korban mengalami luka memar karena dihantam dengan kepalan tersangka. Bahkan, satu korban kepalanya dibenturkan ke tembok oleh tersangka. "Polisi sekarang mulai pemberkasan agar kasusnya segera dilimpahkan ke kejaksaan," ujarnya.

    Salah seorang jumantik yang jadi korban pemukulan, Jayanti, menceritakan pria berusia sekitar 40 tahun itu tak mau ada pemeriksaan jentik. "Pas lagi periksa-periksa air, posisinya minta izin, dia langsung marah," ujarnya. Menurut dia, pria itu memukulnya menggunakan kepalan tangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?