Ahmad Dhani Tak Mau Dipindahkan, Fahri dan Fadli: Dia Terancam

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur terdakwa musisi Ahmad Dhani saat mendengarkan kuasa hukumnya membacakan duplik dalam persidangan lanjutan dugaan ujaran kebencian di Pengadilan Jakarta Selatan, 14 Januari 2019. Ia terlihat menunduk saat kuasa hukumnya membacakan duplik. TEMPO/Nurdiansah

    Gestur terdakwa musisi Ahmad Dhani saat mendengarkan kuasa hukumnya membacakan duplik dalam persidangan lanjutan dugaan ujaran kebencian di Pengadilan Jakarta Selatan, 14 Januari 2019. Ia terlihat menunduk saat kuasa hukumnya membacakan duplik. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Fahri Hamzah mengatakan, Ahmad Dhani khawatir bila dipindahkan dari Rumah Tahanan Klas 1 Cipinang ke Rutan Medaeng Surabaya.

    "Dia mendengar dari keluarga, teman-temannya, ada sesuatu yang membuat dia takut," kata Fahri setelah menjenguk musikus Ahmad Dhani di Rutan Cipinang, Rabu, 6 Februari 2019.

    Baca : Tolak Pemindahan, Ahmad Dhani Siap Bolak-balik ke Surabaya

    Namun, Fahri Hamzah tidak menjelaskan maksud "menakutkan" tersebut lebih jelas. Fahri justru menambahkan, bahwa rasa takut itu bukan berarti Ahmad Dhani tidak memiliki nyali menghadapinya.

    "Tapi kalau ada apa-apa dengan dia kan kacau, kalau dalam situasi seperti ini ada hal yang tidak kita kehendaki. Jadi cukup di sini (Rutan Cipinang) saja," ujar Fahri.

    Pimpinan legislatif lain yang menjenguk Ahmad Dhani, Fadli Zon menambahkan, Ahmad Dhani menolak dipindahkan ke Surabaya karena keselamatan terancam. Khususnya, mengingat Ahmad Dhani selaku politisi Gerindra dan sedang dalam tahun-tahun politik Pemilihan Umum 2019.

    "Kalau mau dipindahkan, saya kira ini ada maksud lain. Kita patut curiga dan menolak, jangan sampai ada tindak kekerasan kepada Ahmad Dhani," katanya.

    Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah menjenguk Ahmad Dhani di Rutan Cipinang sebelum dipindahkan ke Rutan Medaeng, Surabaya, Rabu, 6 Februari 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Ahmad Dhani rencananya akan dibawa oleh Kejaksaan Negeri Surabaya untuk menjalani persidangan kasus pencemaran nama baik. Namun, perpindahan yang harus berlangsung hari ini dipermasalahkan oleh Fahri, Fadli dan pengacara Ahmad Dhani.

    Mereka menolak Ahmad Dhani dipindahkan ke Rutan Medaeng, serta meminta jaksa hanya melaksanakan peminjaman. Artinya, setelah selesai satu sidang, Ahmad Dhani akan pulang kembali ke Jakarta.

    "Harusnya hanya sekedar menghadirkan, setelah itu pulang lagi," kata Aldwin Rahadian, pengacara Ahmad Dhani.

    Simak juga :
    Pemindahan Ahmad Dhani, Ada Apa Fahri Hamzah Ribut dengan Jaksa?

    Seperti diketahui, Ahmad Dhani terjerat kasus pencemaran nama baik di Surabaya. Kasus bermula saat dia hendak menghadiri Deklarasi #2019GantiPresiden pada 26 Agustus 2018. Namun, ia dan rombongan dicegah sejumlah massa saat hendak keluar dari Hotel Majapahit, Surabaya.

    Ahmad Dhani kemudian mengunggah video di akun Facebooknya dan menyebut orang-orang yang mencegahnya sebagai idiot. Ucapan "idiot" tersebut dinilai menyinggung dan mencemarkan nama baik kelompok atau organisasi yang menolaknya. Ahmad Dhani lantas dilaporkan oleh Koalisi Bela NKRI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.