Kata Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Tolak 182 Warga Negara Asing

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berjga-jaga dekat warga negara asing yang terjaring razia di kantor Imigrasi, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 11 September 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Petugas berjga-jaga dekat warga negara asing yang terjaring razia di kantor Imigrasi, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 11 September 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta menolak 182  warga negara asing masuk ke  Indonesia selama periode Januari hingga 4 Februari 2019.

    Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta M.T Satiawan mengatakan alasan penolakan ratusan warga asing dari berbagai negara itu cukup beragam.

    Baca : Kantor Imigrasi Depok Deportasi Tukang Kebun Asal Australia

    "Mulai dari masuk dalam daftar penangkalan, tidak memiliki visa, masa berlaku paspor kurang dari 6 bulan, menggunakan dokumen keimigrasian palsu," ujar
    Satiawan, Rabu 6 Februari 2019.

    Adapun yang paling banyak ditolak, kata Satiawan adalah warga asing yang tidak memiliki kejelasan tujuan datang ke Indonesia. Untuk alasan ini, warga India paling banyak ditolak masuk, yakni sebanyak 33 orang. Disusul  Bangladesh diposisi kedua yakni sebanyak 28 orang.

    Warga asing yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta tersebut, kata Satiawan, selanjutnya diperiksa dan dibawa ke Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta. "Selanjutnya kami melakukan proses Tindakan Administrasi Keimigrasian (TAK) yakni berupa deportasi," kata dia

    Simak pula :
    Warga Negara Inggris Tewas di Depok, Ada Darah Berceceran di Lantai

    Saat ini, kata Satiawan, sebanyak 47 warga negara asing sudah dideportasi dari wilavah Indonesia.  Selain tindakan keimigrasian, selama satu bulan awal 2019 ini  Kantor lmigrasi Soekamo-Hatta juga sudah menangani sebanyak 2 kasus projustitia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.