Skybridge Tanah Abang Bakal Punya Dua Fasilitas Ini

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kios seukuran 2 x 1,5 meter di skybridge Tanah Abang, Sabtu, 17 November 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Kios seukuran 2 x 1,5 meter di skybridge Tanah Abang, Sabtu, 17 November 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C. Pinontoan mengklaim fasilitas di jembatan penyeberangan multiguna atau skybridge Tanah Abang sudah berfungsi dengan baik di dua bulan masa pengoperasiannya.

    "Fasilitas disini sudah digunakan dengan baik, " kata Yoory dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 8 Februari 2019.

    Baca: Kebijakan untuk Pejalan Kaki di Jalan Jatibaru Minim Sosialisasi

    Fasilitas tersebut antara lain 26 CCTV untuk memantau aktivitas di skybridge, enam smart toilet, musala, 26 alat pemadam api ringan (APAR). "Dan tersedianya tempat sampah, penempatan petugas keamanan dan kebersihan," kata Yoory.

    Untuk meningkatkan fasilitas, Yoory mengatakan pihaknya saat ini tengah bekerjasama dengan Bank DKI. Perusahaan perbankan milik Pemprov DKI itu rencanaya akan menyediakan tempat duduk berjumlah 10 unit dan charging booth.

    Skybridge Tanah Abang mulai dibangun Perumda Sarana Jaya pada September 2018 dan dibuka untuk umum pada 7 Desember 2018. Tujuan pembangunan jembatan tersebut agar pedagang dan pejalan kaki tidak tumpah ke Jalan Jatibaru Raya sehingga menimbulkan kemacetan.

    Saat ini, skybridge Tanah Abang telah menampung sebanyak 446 pedagang yang sebelumnya berjualan di Jalan Jatibaru Raya. Selain berfungsi sebagai tempat berjalan dan berjualan, di bagian bawah jembatan ada halte yang terintegrasi ke berbagai moda transportasi, seperti ke Stasiun Tanah Abang, Pasar Jaya Blok G, F, Halte Transjakarta, dan angkutan umum Jak Lingko.

    Baca: Seluruh Trotoar Jalan Jatibaru Raya Bakal Dipasang Pagar

    Pada awal masa beroperasinya, skybridge Tanah Abang mendapat berbagai kritik dari masyarakat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta. Salah satu hal yang dikeluhkan saat itu antara lain tak tersedianya toilet untuk masyarakat dan masih banyaknya pedagang dan pengunjung yang berlalu lalang di bawah jembatan.

    Setelah mendapat banyak masukan itu, saat ini bagian bawah jembatan diupayakan untuk steril dari pejalan kaki dan tak ada lagi pedagang yang berjualan di bawahnya.

    Soal kritik dari Ketua DPRD Jakarta Prasetio Edi Marsudi yang mengatakan skybrodge seperti kandang, Yoory mengatakan JPM justru telah menjadi salah satu ikon di DKI. "Memasuki kawasan Tanah Abang, terlihat jembatan yang berdiri tegak seolah-olah menyambut setiap masyarakat yang melintas di sini," kata dia.

    Yoory berharap ke depannya skybridge Tanah Abang dapat berfungsi lebih maksimal dan masyarakat dapat menjaga fasilitas tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.