Polisi Tegaskan Pengusutan Kasus Dahnil Anzar Sesuai Aturan

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dahnil Anzar Simanjuntak penuhi panggilan kepolisian terkait kasus dugaan korupsi dana Apel dan Kemah Pemuda Islam 2017 di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, 7 Februari 2019. Ia sempat menyebut bahwa pemanggilannya adalah guyon. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Dahnil Anzar Simanjuntak penuhi panggilan kepolisian terkait kasus dugaan korupsi dana Apel dan Kemah Pemuda Islam 2017 di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, 7 Februari 2019. Ia sempat menyebut bahwa pemanggilannya adalah guyon. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta -Juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo yuwono menegaskan, pengusutan kasus dana Apel dan Kemah Pemuda Islam 2017 yang melibatkan Dahnil Anzar dilakukan secara profesional sesuai dengan aturan. "Polisi bekerja sangat profesional," kata Argo, Jumat, 8 Februari 2019.

    Baca: Diperiksa Polisi, Dahnil Anzar Koreksi Isi BAP

    Pernyataan Argo itu sebagai tanggapan atas tudingan tim kuasa hukum Dahnil yang mencurigai ada upaya kriminalisasi di balik pengusutan kasus itu. Penyidik sejauh ini sudah dua kali memeriksa Dahnil. Namun belum ada seorang pun ditetapkan sebagai tersangka.

    Tim kuasa hukum Dahnil, Denny Indrayana, menduga ada bentuk kriminalisasi dalam kasus itu yang ditujukan kepada Dahnil, yang sering mengkritik pemerintah. "Bahwa framing pengembalian (uang dana apel dan kemah) itu ada indikasi pidana itu adalah cara-cara keliru, salah, dan ada kriminalisasi," kata kuasa Denny, Kamis lalu.

    Polisi telah meningkatkan status kasus tersebut ke tingkat penyidikan. Polisi menduga ada mark up atau penggelembungan data keuangan dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ). Polisi menyebut dugaan penyimpangan ini baru ditemukan di LPJ Pemuda Muhammadiyah, sedangkan di LPJ GP Ansor tak ditemukan penyimpangan.


    Baca: Penuhi Panggilan Polda, Dahnil Anzar: Buat Lucu-lucuan

    Pemuda Muhammadiyah juga sempat mengembalikan uang Rp 2 miliar kepada Kemenpora. Namun pihak Kemenpora mengembalikan cek Rp 2 miliar itu dengan alasan tak ditemukan permasalahan dalam kegiatan kemah pemuda berdasarkan LHP BPK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.