Cegah Tawuran Siswa, Pemkab Buat Program Bogor Ngaos

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi Wanita Polres Karanganyar melatih membaca Alquran di masjid Al Huda Polres Karanganyar, Jawa Tengah, 1 Juni 2017. Selain itu pihak Polres juga menyelenggarakan belajar mengaji dasar untuk anggota Polres Karanganyar.Tempo/Bram Selo Agung

    Polisi Wanita Polres Karanganyar melatih membaca Alquran di masjid Al Huda Polres Karanganyar, Jawa Tengah, 1 Juni 2017. Selain itu pihak Polres juga menyelenggarakan belajar mengaji dasar untuk anggota Polres Karanganyar.Tempo/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Bogor – Bupati Bogor Ade Yasin meluncurkan program Bogor Ngaos atau Bogor Mengaji bagi seluruh pelajar, mulai tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas atau sederajat se-Kabupaten Bogor.

    “Kegiatan Bogor Ngaos atau Jumat Mengaji ini bagian dari dari program Panca Karsa yang ditujukan kepada siswa-siswi sekolah, Bogor Ngaos akan dilakukan setiap hari Jumat sebelum memulai pelajaran,” kata Ade saat meresmikan program ini di SMPN 02 Sukahati, Cibinong, Jumat, 8 Februari 2019.

    Baca: Bus Sekolah Bogor Diresmikan, Rute Berganti Setiap hari

    Ade mengatakan program tersebut nantinya secara rutin dilaksanakan oleh para siswa setiap Jumat pagi selama 30 menit sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai. Hal ini, kata dia, diharapkan bisa mengurangi aktivitas siswa yang kurang bermanfaat atau negatif. "Misalnya tawuran, main aplikasi Instagram dan media sosial lainnya," ujarnya.

    Kegiatan Bogor Ngaos ini, kata Ade, juga harus diikuti langkah lanjutan agar tidak hanya menjadi gebyar sesaat. "Saya ingin kegiatan ini berkelanjutan dan nyata dilakukan, jangan hanya sekedar gebrakaan sesaat, namun benar-benar menjadi gerakan simultan yang disertai dengan pemaknaan, penghayatan dan pengamalan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari khususnya bagi para siswa-siswi," ujarnya.

    Baca: Usul Alokasi Anggaran Pilkades Serentak di Bogor Rp 27 Miliar

    Salah satu yang bisa dilakukan, menurut Ade, para orangtua siswa, terutama ibu-ibu agar mangawasi anak-anaknya sebelum berangkat sekolah. Misalnya, dengan mengecek isi tasnya sebelum berangkat ke sekolah juga mengawasi lingkungan pergaulan anak.

    "Program ini sedang dalam proses pembuatan Peraturan Bupati atau Perbup untuk nantinya diturunkan menjadi Surat Keputusan (SK) Kadisdik," kata Ade.

    Selain Bogor Ngaos, Ade mengatakan dirinya akan menambah pelajaran Bahasa Sunda di sekolah-sekolah. "Nanti juga akan diluncurkan Rebo Berbahasa Sunda, kami lebih mementingkan bahasa dibanding pakaian karena kita ingin mengembalikan Budaya dan Bahasa Sunda di Kabupaten Bogor, ini dimulai dari sekolah karena mereka ini generasi penerus,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.