Kasus Mandala Shoji, Pengacara Sebut Tak Ada Undangan Kejaksaan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Caleg Partai Amanat Nasional (PAN), Mandala Shoji (tengah), menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Jumat, 8 Februari 2019. Mandala sempat mangkir dari pemanggilan setelah mendapat vonis bersalah dari pengadilan. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Caleg Partai Amanat Nasional (PAN), Mandala Shoji (tengah), menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Jumat, 8 Februari 2019. Mandala sempat mangkir dari pemanggilan setelah mendapat vonis bersalah dari pengadilan. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -Pengacara presenter Mandala Abadi alias Mandala Shoji, Elza Syarief, menjelaskan alasan kliennya tak memenuhi putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat soal pelanggaran tindak pidana pemilu.

    Menurut dia, Kejaksaan Jakarta Pusat tak pernah memberikan undangan kepada Mandala untuk memenuhi putusan pengadilan.

    Baca : Penjelasan Pengacara Mandala Shoji soal Tudingan Melarikan diri.

    "(Karena) harus ada undangan ini atau perintah untuk melaksanakan putusan. Ga bisa cuma lewat telepon saja," ujar Elza saat menggelar jumpa pers di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 9 Februari 2019.

    Pihaknya baru mengetahui bahwa Mandala harus segera memenuhi keputusan hakim, pada Jumat kemarin.

    Saat itu, Elza mendapat pemberitahuan dari Kejaksaan bahwa Mandala harus memenuhi keputusan hakim pada Jumat siang. "Kami kalang kabut menghubungi Mandala. Sampai akhirnya jam 5-an dia baru bisa dihubungi," kata Elza.

    Usai mendapat kabar dari pengacaranya, Mandala segera pergi ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Di sana ia segera diproses petugas untuk menjalani keputusan hakim dan dijebloskan ke Lembaga Permasyarakatan Salemba, Jakarta Pusat.

    Istri Mandala Shoji, Maridha Deanova Safriana, bersama kuasa hukumnya Elza Syarief saat menggelar jumpa wartawan di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 9 Februari 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah 

    Sebelumnya, Mandala sempat dicari Kejaksaan selama dua minggu usai bandingnya ditolak dan vonis 3,5 bulan penjaranya dinyatakan inkrah. Kejaksaan sempat kesulitan mendeteksi lokasi Mandala.

    Sebab, ponselnya tak aktif. Bahkan, Kejaksaan Jakarta Pusat sampai minta bantuan dari Kejaksaan Agung untuk meminjam alat pendeteksi buron.

    Selain dicari Kejaksaan Jakarta Pusat, Mandala sedang menjalani proses hukum di Kejaksaan Jakarta Selatan. Mandala menerima vonis hukum penjara dengan waktu yang sama seperti vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

    Mandala dinyatakan bersalah lantaran terbukti telah menjanjikan materi sebagai imbalan kepada peserta pemilu secara langsung atau tidak langsung. Materi yang dijanjikan berupa kupon umroh dan doorprize.

    Simak pula :
    Malam Pertama Mandala Shoji penjara, Ini Doa Sang Istri

    Pelanggaran tersebut dilakukan oleh dia di dua tempat berbeda, yaitu di Pasar Gembrong Lama Jakarta Pusat pada Jumat, 19 Oktober 2018. Lalu, di pasar kaget Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan pada Ahad, 11 November 2018.

    Mandala Shoji dijerat dengan Pasal 523 ayat 1 junto 280 ayat 1 huruf j Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Ia menerima hukuman kurung 3,5 bulan penjara.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.