Contoh Surabaya, Ini 6 Alasan untuk Anies Tolak Swastanisasi Air

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat sesi wawancara dan foto dengan TEMPO di kantornya, Balai Kota, Jakarta, 15 Oktober 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat sesi wawancara dan foto dengan TEMPO di kantornya, Balai Kota, Jakarta, 15 Oktober 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    2. Keuangan negara tidak dibebani menjamin keuntungan swasta

    Albert berujar, Palyja dan Aetra dimanjakan dengan jaminan mendapat keuntungan dari pemerintah seperti ada dalam kontrak. Jaminan itu pula yang menjadi alasan Kementerian Keuangan mengajukan permohonan Peninjauan Kembali atas putusan kasasi yang memenangkan koalisi.

    Baca:
    PK Kemenkeu Dikabulkan, Anies Tetap Mau Stop Swastanisasi Air

    "Nah, kalau negara gagal memberikan keuntungan yang sudah disepakati, maka uang negara dari APBD atau APBN yang akan diambil untuk membayar," kata Albert.

    3. Keuntungan untuk negara sama dengan keuntungan untuk warga negara

    Albert mengatakan, jika pengelolaan air dipegang PAM Jaya maka keuntungan sepenuhnya akan dinikmati negara. Uang itu lantas bisa digunakan untuk kepentingan kemakmuran warga negara.

    PT Aetra. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Dia kembali mencontohkan Surabaya. Pada 2017, PAM Surya Sembada memperoleh keuntungan Rp 280 miliar. Keuntungan itu disebut digunakan untuk melunasi utang, berinvestasi dalam pengelolaan air, serta tidak lagi meminta-minta duit APBD. "Bahkan menyumbang dividen Rp 100 miliar ke Pemko Surabaya tahun itu," kata dia.

    Baca:
    Lima Pendapat Hukum untuk Anies Soal Swastanisasi Air Adalah ... 

    Sedangkan laporan keuangan Aetra pada 2016, pendapatan perusahaan disebut mencapai Rp 1,2 triliun. Pendapatan didapat dari hasil menjual 175 juta meter kubik air. Sedangkan besar labanya mencapai Rp 400 miliar setahun. Jika dihitung per hari, Aetra menerima laba sekitar Rp 1,096 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.