Uang Pungli Sertifikat Tanah di Grogol Utara Dikembalikan

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga RT 01, RW 05, Grogol Utara, Jakarta Selatan, Joe Toan Toan, 69 tahun, menunjukkan tangkapan layar (screen shot) sertifikat tanahnya, Jumat 8 Februari 2019, yang saat ini masih ditahan oleh pokmas atau kelompok masyarakat. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Warga RT 01, RW 05, Grogol Utara, Jakarta Selatan, Joe Toan Toan, 69 tahun, menunjukkan tangkapan layar (screen shot) sertifikat tanahnya, Jumat 8 Februari 2019, yang saat ini masih ditahan oleh pokmas atau kelompok masyarakat. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta – Pelaku pungli dalam program pembuatan sertifikat tanah gratis di Kelurahan Grogol Utara telah mengembalikan uang kepada pembuat sertifikat. Pengembalian ini dilakukan setelah praktik curang yang mereka lakukan mulai diberitakan media massa.

    Baca: Sekda Tegaskan Pelaku Pungli Sertifikat Tanah dapat Dipidanakan

    "Uang saya dikembalikan oleh pengurus RW kemarin," kata Joe Toean Toean, warga RT 01 RW 02, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin, 11 Februari 2019.

    Menurut Joe, uang itu diantar oleh pengurus RW yang juga Ketua RT 10 yaitu Mastur. Mastur adalah orang yang mendapat tugas untuk menarik pungutan sebesar Rp 3 juta kepada warga Kelurahan Grogol Utara yang mengikuti program pembuatan sertifikat gratis.

    Berdasarkan penelusuran Tempo, di masing-masing RT di Kelurahan Grogol Utara, semua penduduk yang menerima sertifikat tanah dari program itu, dipungut Rp 3 juta secara merata. Saat dikonfirmasi, Mastur mengatakan pemberian itu sukarela. "Namanya yang lelah. Kalau mau ngasih ya syukur, enggak juga enggak apa-apa," kata Mastur.

    Adapun sejumlah warga yang sudah melunasi pembayaran uang lelah itu tidak kunjung menerima sertifikat. Menurut mereka, tak ada alasan yang jelas mengapa sertifikat tersebut masih ditahan.

    Menurut Joe, saat mengembalikan uang pungutan, Mastur tak banyak bicara. Ia hanya menginformasikan bahwa sertifikat sudah bisa diambil secara mandiri di Kantor Administrasi Pertanahan Jakarta Selatan.

    Baca: Program Sertifikat Jokowi, Warga Jatinegara Dipungli Rp 7 Juta

    Kepala Bagian Humas Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Harison Mocodompis mengatakan pokmas atau kelurahan tak memiliki wewenang untuk menahan sertifikat tanah, apalagi sampai memintai uang lelah dengan nominal yang jumlahnya jutaan. Ia pun mengecam adanya pungli tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.