Kasus DBD di Kabupaten Tangerang Melonjak

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasien anak yang terserang Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan, Banten, 29 Januari 2019. Penderita DBD di RSU Kota Tangsel terus bertambah. Hingga 28 Januari 2019 setidaknya 157 pasien dirawat. Jumlah ini belum termasuk data yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel, yakni sebanyak 90 pasien. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pasien anak yang terserang Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan, Banten, 29 Januari 2019. Penderita DBD di RSU Kota Tangsel terus bertambah. Hingga 28 Januari 2019 setidaknya 157 pasien dirawat. Jumlah ini belum termasuk data yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel, yakni sebanyak 90 pasien. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Tangerang - Memasuki pekan kedua Februari jumlah penderita Demam Berdarah Dengue ( DBD ) di wilayah Kabupaten Tangerang melonjak dratis. "Total sampai hari ini sudah ada 116 kasus," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr. Hendra Tarmizi, Senin 11 Februari 2019.

    Baca: Sudah 813 Kasus, Pasien DBD di Jakarta Terus Melonjak

    Hendra mengatakan dalam sepekan ini bertambah 25 penderita yang tersebar di 9 kecamatan. Jika dibandingkan jumlah kasus 4 Februari lalu, kata Hendra, terjadi lonjakan yang cukup signifikan. Senin pekan lalu, tercatat 90 kasus yang tersebar di 18 kecamatan. Adapun selama bulan Januari 2019 tercatat 14 kasus yang terdapat di Kecamatan Legok, Curug, Cikupa, Kelapa Dua.

    Menurut Hendra, pasien demam berdarah dirawat di sejumlah rumah sakit yaitu RSUD Balaraja, RSU  Pakuhaji, RS Qodar, RS Bethasaidah, RS Mulya Insani, RS  Harapan Mulya , RS Saint Carolus, RS Siloam, RS Ciputra, RS Keluarga Kita, RS Mitra Keluarg, RS Sari Asih Sangiang, RS Murni  Asih , RD Permata Hati, RS Murni, dan RS Anissa.

    Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang telah memetakan sekitar tujuh kecamatan di wilayah tersebut  endemik demam berdarah yaitu  Panongan, Tigaraksa, Kelapa Dua, Cikupa, Curug, Legok dan Pagedangan. Dinyatakan endemis, kata Hendra, tujuh kecamatan yang padat penduduk dan perumahan tersebut setiap tahun selalu ditemukan kasus demam berdarah.

    Hendra Tarmizi memperkirakan wabah demam berdara di Kabupaten Tangerang pada 2019 dan 2020 akan meluas dan terjadi banyak kasus. "Kasusnya pasti akan terus bertambah dan banyak karena ini masuk siklus lima tahun DBD," katanya.

    Baca: Puncak Musim Hujan, Kabupaten Tangerang Waspadai Demam Berdarah

    Hendra mengatakan pada 2015-2016, wilayah Kabupaten Tangerang masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD. Saat itu tercatat 2.000 kasus lebih dengan 6 orang meninggal. "Namun tahun 2017, 2018 kasus demam berdarah menurun dratis, hanya puluhan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.