Cawagub DKI, Kenapa PKS Merasa Gerindra Terus Langgar Komitmen?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD M. Taufik, dan Ketua Fraksi PKS DPRD Abdurrahman Suhaimi dalam diskusi Tarik Ulur Pemilihan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 21 November 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD M. Taufik, dan Ketua Fraksi PKS DPRD Abdurrahman Suhaimi dalam diskusi Tarik Ulur Pemilihan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 21 November 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Humas Dewan Pimpinan Wilayah PKS DKI Zakaria Maulana Alif menilai, Gerindra telah melanggar komitmen, terkait proses cawagub DKI.

    Hal itu setelah Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) DKI Jakarta dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI batal menyerahkan dua nama calon wakil gubernur ke Anies Baswedan hari ini, Senin 11 Februari 2019.

    "Kita merasa terus dilanggar komitmennya," kata Zakaria saat dihubungi, Senin, 11 Februari 2019.

    Baca : Alasan PKS Setor 2 Nama Cawagub DKI ke Pimpinan Partai Dulu

    Zakaria menyebut partainya menunggu komitmen Gerindra untuk menyelesaikan proses pemilihan calon wagub. PKS, lanjut dia, meminta agar penentuan dua nama kandidat wagub segera rampung.

    Dengan begitu, baik Gerindra atau PKS bisa fokus pada pemenangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Zakaria mengutarakan, saat ini, fokus elite DPW PKS DKI terbagi menjadi dua lantaran urusan calon wagub tak kunjung selesai.

    "Kalau ini selesai ayo kita fokus masing-masing PKS dan Gerindra Jakarta memenangkan secara signifikan Prabowo - Sandiaga," dia menjelaskan.

    Simak juga :
    Penentuan Cawagub DKI Molor, DPW PKS: Fokus ke Pilpres Bisa Pecah

    Kursi wakil gubernur DKI Jakarta kosong setelah Sandiaga Uno memutuskan mundur karena mencalonkan diri sebagai wakil presiden mendampingi Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

    Dua partai pengusung Anies Baswedan - Sandiaga Uno yaitu, Partai Gerindra dan PKS, sudah selesai menyeleksi tiga cawagub DKI melalui rangkaian fit and proper test. Namun, kedua partai belum menandatangani surat rekomendasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.