Mandala Shoji Tiga Hari Dibui, Istri: Kesehatan Dia Drop

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Istri Mandala Shoji, Maridha Deanova Safriana, bersama kuasa hukumnya Elza Syarief saat menggelar jumpa wartawan di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 9 Februari 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Istri Mandala Shoji, Maridha Deanova Safriana, bersama kuasa hukumnya Elza Syarief saat menggelar jumpa wartawan di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 9 Februari 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta – Kondisi terpidana kasus pemilihan umum Mandala Abadi alias Mandala Shoji tak begitu baik selama tiga hari mendekam di Lembaga Permasyarakatan Salemba. Istri Mandala, Maridha Deanova Safriana, menyebut suaminya mengalami penurunan kondisi kesehatan.

    “Dia drop,” kata Deanova kepada Tempo melalui pesan pendek seusai membesuk Mandala pada Senin, 11 Februari 2019.

    Baca: Ini Kata Jaksa Soal Detil Akumulasi Hukuman ke Mandala Shoji

    Deanova mengatakan suaminya mengalami tekanan darah tinggi saat hari pertama menginap di hotel prodeo. Sedangkan pada hari kedua hingga hari ketiga, tekanan darah calon legislatif Partai Amanat Nasional dari Dapil II DKI Jakarta itu anjlok. Kesehatan Mandala disinyalir naik-turun lantaran ia masih adaptasi.

    Meski demikian, Deanova memastikan Mandala masih dalam kondisi aman. Menurut dia, Mandala telah berhasil beradaptasi dengan lingkungannya. Ia juga sudah berinteraksi dengan baik bersama narapidana lainnya.

    Baca: Kisah Mandala Shoji di Penjara, Satu Sel dengan Geng Kapak Merah

    Di Lapas Salemba, Mandala mendiami sel berisi 16 orang. Selama di dalam penjara itu, waktu Mandala lebih banyak dimanfaatkan untuk sembahyang. “Bahkan Mandala mengelarkan bacaan 5 juz dalam sehari,” kata Deanova. Ia mulai masuk ke Lapas Salemba pada Jumat, 8 Februari lalu.

    Mandala Shoji tengah menjalani hukuman 3 bulan penjara. Ia terbukti melakukan praktik menjanjikan hadiah berupa kupon umrah dan doorprize saat kampanye di Pasar Gembrong Lama Jakarta Pusat pada Jumat, 19 Oktober 2018. Karena perbuatanya, Mandala dihukum dengan Pasal 523 ayat 1 junto 280 ayat 1 huruf j Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.