PKS Ralat Ucapan, Dua Cawagub DKI Lolos Bukan Keputusan Final

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta Sakhir Purnomo diperiksa atas laporannya terhadap Fahri Hamzah di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 4 Mei 2018 TEMPO/Andita Rahma

    Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta Sakhir Purnomo diperiksa atas laporannya terhadap Fahri Hamzah di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 4 Mei 2018 TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) DKI Jakarta Sakhir Purnomo meralat ucapannya soal calon wakil gubernur atau cawagub DKI terpilih. Sakhir mengatakan dua nama calon yang sebelumnya diumumkan bukan keputusan final.

    "Saat ini keputusan dua dari tiga nama terbaik kader PKS untuk menjadi cawagub DKI masih dibahas bersama Partai Gerindra," kata Sakhir dalam keterangan tertulisnya, Senin malam, 11 Februari 2019.

    Baca: Cawagub DKI, Kenapa PKS Merasa Gerindra Terus Langgar Komitmen?

    Menurut Sakhir, pimpinan PKS dan Partai Gerindra tingkat DKI masih membahas dua nama yang sudah direkomendasikan tim uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test). Dua nama itu adalah Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu.

    "Kami menghormati aspirasi, masukan, dan pertimbangan dari Gerindra terkait nama yang akan diputuskan. Karena Gerindra adalah mitra koalisi strategis, baik di level nasional maupun di Jakarta," kata Sakhir.

    Sakhir sebelumnya mengumumkan Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu resmi terpilih dari hasil seleksi dan akan diajukan sebagai calon pengganti Sandiaga Uno. Namun kemudian hal ini mendapat kritik dari Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra DKI Syarif.

    Baca: Ini Nama Dua Kader PKS yang Lolos Uji Jadi Cawagub DKI

    Syarif menganggap PKS kurang menghormati fatsun politik. Seharusnya, pimpinan DPW PKS DKI dan DPD Gerindra DKI merembukkan rekomendasi tim penyeleksi terlebih dulu. "Setelah rembukan, disepakati, baru kemudian diumumkan," ujar Syarif.

    Kursi wakil gubernur DKI Jakarta kosong setelah Sandiaga Uno memutuskan mundur karena mencalonkan diri sebagai wakil presiden mendampingi Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bekerja sendiri sejak Agustus 2018. Dua partai pengusung, Gerindra dan PKS pun melakukan seleksi cawagub DKI sejak awal Januari lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.