Banjir Limbah di Bumi Perkemahan Cibubur, Pengunjung Gatal-Gatal

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hampir sepekan Bumi Perkemahan Cibubur dibanjiri air limbah yang berbau tidak sedap, Selasa, 12 Februari 2019. TEMPO/Irsyan

    Hampir sepekan Bumi Perkemahan Cibubur dibanjiri air limbah yang berbau tidak sedap, Selasa, 12 Februari 2019. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bau tak sedap tercium dari genangan air limbah di kawasan Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur. Tak hanya berbau tak sedap, air limbah berwarna hitam yang menggenangi halaman Bumi Perkemahan Cibubur itu juga membawa serta tumpukan sampah.

    Baca: Lukai Dua Bocah, Lumpur Panas Bekasi Diduga Limbah Berbahaya

    Lokasi Bumi Perkemahan Cibubur yang dibanjiri limbah itu biasanya menjadi tempat peserta perkemahan melakukan kegiatan halang rintang.

    “Kondisi ini sudah sejak 5 tahun terakhir, kali ini sudah mulai muncul keluhan peserta gatal-gatal," kata Kepala Bagian Umum Buperta Cibubur Abdul Kholik saat ditemui di Cibubur, Jakarta Timur, Selasa, 12 Februari 2019.

    Abdul menuding genangan limbah itu berasal dari saluran air atau selokan di luar Buperta. Menurutnya, genangan air itu juga telah terkontaminasi  limbah.

    “Saluran airnya itu pipa pembuangan dengan pusat perbelanjaan dan perkantoran yang ada di sekitar Kawasan Buperta.”

    Berdasarkan pemantauan, saluran air itu berada 200 meter dari pintu masuk Bumi Perkemahan. Di sekitar saluran air itu terletak pusat perbelanjaan Junction Cibubur Mall serta kantor PT Jasamarga.
     
    Genangan yang kerap terjadi setiap musim hujan ini mengganggu para pengunjung karena bau menyebar dan bisa tercium sejauh 500 meter dari lokasi. Kholik mengatakan banyak pengunjung kolam renang Buperta yang mengeluhkan bau itu karena lokasi genangan hanya 100 meter dari kolam.

    “Apalagi saluran air itu melewati sisi kanan pintu masuk kolam renang," ujarnya.

     
    Untuk mengatasi sumber genangan itu, pertemuan dengan berbagai instansi telah dilakukan di Kantor Buperta pada 11 Februari 2019. Pesertanya dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan DKI, Dinas LH dan Kehutanan Kota Depok, serta perwakilan dari Manajemen Junction Cibubur Mall.

    “Mereka berkomitmen mencari sumber pencemar dan menyelesaikan permasalahan ini,” kata Kholik. 

    Baca: Dinas LH DKI Ungkap Bahaya Sunyi Limbah Detergen di Kali

     
    Pengelola Bumi Perkemahan Cibubur berharap masalah ini cepat diselesaikan. Apalagi tahun 2020 akan digelar Jambore Nasional Pramuka di sana. “Kalau memang tidak ada kepastian, kami akan menutup saluran air itu biar tidak ada limbah lagi yang masuk ke area Buperta,” papar dia.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.