Polda Jerat Alex Asmasoebrata dengan UU ITE Tanpa Alasan Jelas

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alex Asmasoebrata memegang tabung dana sebagai dukungan penuh agar Rio Haryanto bisa berlaga di ajang Formula 1 di Jakarta, 18 Februari 2016. TEMPO/Larissa Huda

    Alex Asmasoebrata memegang tabung dana sebagai dukungan penuh agar Rio Haryanto bisa berlaga di ajang Formula 1 di Jakarta, 18 Februari 2016. TEMPO/Larissa Huda

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya memanggil mantan pembalap Alex Asmasoebrata untuk diperiksa pada Kamis, 14 Februari 2019. Alex dijerat dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

    Baca juga: BPN Tarik 100 Sertifikat Tanah Program Jokowi, Ini Alasannya

    Alex diduga meakukan tindak pencemaran dan pelanggara UU ITE. "Untuk datang menemui Kompol (Komisaris Polisi) Telly Alvin dan Aiptu Joko Waluyo," demikian isi surat tersebut yang diterima Tempo, Selasa, 12 April 2019.

    Surat pemanggilan Alex tersebut merujuk pada Pasal 1 butir 5, Pasal 5, dan Pasal 1p2 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana; Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002, serta laporan polisi dengan nomor LP/539/I/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 28 Januari. Layang pemanggilan juga mengacu pada surat perintah penyelidikan dengan keterangan waktu Februari tanpa tanggal.

    Adapun dalam keterangan surat pemanggilannya, Alex diminta membawa bukti-bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut. Surat ini dikeluarkan pada 8 Februari 2019 dan diteken oleh Kepala Subdirektorat IV Cyber Crime, Ajun Komisaris Besar Polisi Roberto Pasaribu.

    Namun, Polda tidak menjelaskan siapa pelapornya dan dalam kasus apa Alex akan diperiksa. Alex mengaku bingung. Menurut dia, tak ada narasi yang jelas ihwal statusnya. "Apakah saya sebagai pelapor atau terlapor," ujarnya saat dihubungi Tempo pada Selasa petang, 12 Februari.

    Bila sebagai pelapor, Alex mengaku tak pernah melaporkan siapa pun. Sedangkan jika menjadi terlapor, ia merasa tak pernah berurusan atau menyinggung seseorang yang memantik terjadinya perkara.

    Baca juga: Sertifikat Tanah Warga Ditarik Lagi, Begini Penjelasan BPN Jaksel

    Sampai berita ini ditulis, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono belum merespons. Ia belum memberikan keterangan perihal status pemanggulan Alex, baik melalui pesan pendek maupun telepon.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh Penguasaan Lahan Melibatkan Kubu Jokowi dan Prabowo

    Serangan Jokowi kepada Prabowo pada Debat Pilpres putaran kedua memantik keriuhan. Jokowi menyebut lahan yang dimiliki Prabowo di Kalimantan dan Aceh.