Buru Juru Parkir Liar, Polsek Tanah Abang Terjunkan Tim Buser

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Dinas Perhubungan menderek mobil yang parkir sembarangan saat kegiatan sosialisasi dan simulasi pembayaran denda parkir liar di Tanah Abang, Jakarta, 1 September 2014. TEMPO/Dasril Roszandi.

    Petugas Dinas Perhubungan menderek mobil yang parkir sembarangan saat kegiatan sosialisasi dan simulasi pembayaran denda parkir liar di Tanah Abang, Jakarta, 1 September 2014. TEMPO/Dasril Roszandi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Sektor Tanah Abang menyatakan bakal menangkap juru parkir liar yang mematok tarif tinggi untuk parkir kendaraan di sekitar Tanah Abang.

    "Tim Buser (Buru Sergap) sedang menyelidiki. Jika ditemukan di lapangan akan langsung ditangkap," kata Kepala Kepolisian Sektor Tanah Abang Ajun Komisaris Besar Lukman Cahyono saat dihubungi Tempo, Kamis, 14 Februari 2019.

    Baca: Parkir Liar di Tanah Abang Patok Tarif Hingga Rp 50 Ribu

    Sebelumnya beredar viral foto karcis biaya parkir sebesar Rp 25 ribu di media sosial yang diunggah oleh akun Twitter @sopirTakol. Akun tersebut mengeluhkan mahalnya tarif parkir tersebut. "Gila yaaa parkiran tanah abang ...mahal betulll gini doang struknya trimakasih jakarta," cuit akun itu pada Jumat, 8 Februari 2019.

    Menurut Lukman, informasi tarif parkir yang tinggi di sekitar Tanah Abang sudah terdengar sejak tahun lalu. Bahkan, Polsek Tanah Abang telah menangkap 10 orang juru parkir liar yang mematok parkir mobil Rp 25 ribu di kawasan Thamrin City dan Kebon Kacang. "Sudah pernah kami tangkapi mereka. Sekarang ada lagi, berarti mulai mau main kucing-kucingan," kata dia.

     Viral, karcis parkir Rp 25.000 di Tanah Abang. twitter.com/sopirTakol

    Juru parkir yang mematok tarif tinggi, kata Lukman, bisa dijerat dengan pasal 368 KUHP tentang ancaman pemerasan. Adapun ancaman pasal tersebut paling lama sembilan tahun penjara.

    Menurut Lukman, tindakan para juru parkir liar yang mematok harga tinggi tersebut telah merugikan masyarakat. "Akan kami segera tindak," kata dia.

    Baca: Dishub Bakal Libatkan Polisi Tindak Parkir Liar di Tanah Abang

    Salah seorang warga, Zainal, mengatakan parkir liar di kawasan Kebon Kacang telah ada sejak lama dan mematok biaya yang tinggi. Parkir liar di lokasi tersebut mematok biaya Rp 20-25 ribu sekali parkir. "Menjelang sore mobil yang parkir liar bakal semakin banyak," kata Zainal, yang sedang berada di belakang Thamrin City.

    Salah satu lahan parkir liar di Jalan Kebon Kacang berada di pinggir kali dekat di jalan tersebut. Tempo melihat juru parkir mengutip duit Rp 20 ribu dari mobil yang parkir di dekat Hotel Ana, Kebon Kacang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.